Jessica Dicegah ke Luar Negeri, Pengacara Belum Tau

69

Jessica Dicegah ke Luar Negeri – Direktorat Jenderal Imigrasi mengumumkan pencegahan ke luar negeri terhadap teman ngopi Mirna, Jessica Kumala Wongso.

“Telah dicegah Jessica Kumala Wongso,” kata Kabag Humas Ditjen Imigrasi Heru Santoso melalui pesan singkat yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Pencekalan didasari permintaan pihak kepolisian melalui surat no.R/541/I/2016/DATRO, tertanggal 26 Januari 2016.

“Pencekalan berlaku 6 bulan ke depan sampai dengan 26 Juni 2016,” kata Heru.

Pengacara Jessica Belum Tau Pencegahan Ke Luar Negeri

Andi Joesoef selaku pengacara Jessica sebagaimana dilansir detik, mengaku belum mengetahui soal pencegahan tersebut.

“Kami selaku pendamping hukum dari Jessica hanya mengerti paspornya diambil oleh penyidik, itu yang kami ketahui,” ujar Andi dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (29/1/2016).

Meski begitu, Andi tidak keberatan. Menurut Andi, pencegahan adalah suatu hal yang wajar dalam proses penyidikan suatu perkara pidana.

“Untuk kepentingan penyidikan itu hal yang wajar jika ada suatu peristiwa pidana ada yang perlu dicurigai, maka polisi mengambil tindakan preventif, secara kebetulan Jessica memiliki paspor,” jelas Andi.

Apa Komentar Kombes Krishna Murti Terhadap Pencegahan Jessica?

Pada jumat malam (29/1)  penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menggelar perkara untuk penetapan tersangka dalam kasus Mirna. Pantauan detikcom pada Jumat (29/1), sejumlah anggota hilir mudik keluar-masuk gedung Reskrimum Polda Metro Jaya. Sekitar tengah malam Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan tampak keluar dari gedung Reskrimum membawa sebundel kertas.

Tak banyak yang diungkapkan Herry kepada wartawan. “Tunggu saja,” katanya sambil berlalu.

Setengah jam kemudian Dirkrimum, Kombes Krishna Murti muncul. Krishna juga masih bungkam saat dikejar wartawan.

Krishna tak bicara. Ketika ditanya soal penetapan tersangka kasus Mirna ia langsung masuk mobilnya.

“Besok yah,” kata Krishna di Reskrimum Polda Metro Jaya, Sabtu (30/1/2016) dini hari.

Gelar perkara dilakukan karna semua bukti sudah lengkap. Pada kamis (28/1) Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono sebagaimana dilansir kompas, menjadi saksi ahli kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27), mengatakan bahwa alat bukti yang dimiliki pihak kepolisian sudah cukup dan signifikan dalam mengungkap kasus Mirna.

“Kesaksian saya terkait alat bukti. Pendapat saya (alat bukti) sudah cukup baik dan signifikan,” ujar Sarlito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/1/2016), seusai dimintai keterangan terkait penyidikan kasus Mirna. (Baca juga 4 Bukti Ini Akan Menjerat Pelaku Kasus Mirna)

Berita Terkait

Jessica Kumala Wongso Di Cekal, Penyidik Senyum Lebar

12 Foto Wayan Mirna Salihin Meninggal Usai Ngopi di Grand Indonesia

Terungkap.. Ini Yang Dilakukan Jessica di Malam Hari Setelah Kematian Wayan Mirna

Agen Poker
Loading...