Jessica Wongso Bebas, Bila Ini Terjadi..

132

Jessica Wongso – Penyidik menggelar dua versi rekonstruksi. Satu rekonstruksi versi polisi dan satu versi pengakuan tersangka Jessica Kumala Wongso pada minggu (7/2).

“(Yang diserahkan ke Kejati) Ya, berdasarkan hasil fakta dari polisi, dari saksi-saksi, bukan dari tersangka,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo.

Meski pihaknya hanya menerima BAP dari versi Kepolisian, pihak Jessica dapat membantah hasil BAP yang diserahkan kepolisian.

Jessica dapat menggunakan hak untuk menolak diadili oleh seorang hakim jika merasa keberatan dengan BAP yang dilimpahkan Kepolisian ke Kejati.

“Tersangka punya hak ingkar,” pungkas Waluyo.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo Yahya mengatakan, Kejati DKI memberikan waktu 20 hari sejak tersangka pembunuh Mirna, Jessica Kumala Wongso resmi ditahan di Penjara Polda Metro Jaya pada 30 Januari lalu.

“Polisi punya waktu 20 hari untuk penahanan, kalau belum selesai pemberkasan, dia bisa (ajukan) perpanjang 20 hari lagi ke kejaksaan,” ujar Waluyo, Senin (08/02/2016).

“Kalau diperpanjang dua kali, atau sudah 40 hari belum selesai juga, maka tersangka harus keluar, dan bebas,” sambung Waluyo.

Tapi, kata dia, bila dalam kurun waktu 40 hari berkas Jessica belum juga selesai, Pihak Kepolisian masih bisa mengajukan perpanjangan penahanan kepada Pengadilan Negeri.

“Ada pengecualian, hukumannya itu minimal 9 tahun, itu bisa diperpanjang lagi penahanannya 60 hari ke PN,” pungkas Waluyo.

Berita Terkait

Tangisan Hani Saat Bertemu Jessica Wongso

Ini 9 Fakta Rekonstruksi Kasus Mirna, Yang ke-9 Bikin Penasaran

Kembaran Mirna : “Separuh Dariku Telah Beristirahat Dengan Damai”