Heboh, Ini Video Warga Ketakutan Saat Gerhana Matahari Tahun 1983

173

Gerhana Matahari – Indonesia akan menyongsong Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret mendatang. Netizen pun memburu Video Gerhana Matahari Total pada saat 11 Juli 1983.

Board of Director International Lunar Observatory Associaton (ILOA) Chatief Kunjaya mengatakan pada tahun 1983, masyarakat memaknai negatif gerhana matahari sehingga memunculkan banyak mitos-mitos. Saat itu, Kunjaya mengamati GMT dari puncak gedung bertingkat di Solo.

“Solo seperti kota mati,” kata dia, saat ditemui, Rabu (25/2).

Salah seorang warga Demak misalnya. Lelaki ini nekat kembali ke desanya hanya karena untuk melindungi sepetak sawah keluarganya karena khawatir dimakan Batara Kala.

Masayarakat yang pada umumnya di pulau Jawa beramai-ramai menabuh kentongan, kaleng kosong, perkakas dapur, hingga lesung untuk menggagalkan Batara Kala memakan matahari.

“Warga sibuk mengamankan ternak dan tanaman supaya nggak ikut dimakan batara kala,” kata Sumarsono, warga yang panik oelh kehadiran gerhana matahari total.

Sementara di Surabaya dan Madura, pemerintah menyita seluruh jimat yang diperjualbelikan warga dengan keyakinan jimat itu mampu membuat orang dapat melhiat gerhana matahari total dengan mata telanjang dan dijamin tidak akan buta.

Stasiun televisi TVRI televisi yang melaporkan secara langsung fenomena gerhana matahari total pada 1983.

Bahkan TVRI berulang-ulang dengan kesan mencekam menyiarkan mengenai bahayanya gerhana matahari total jika dilihat secara langsung.

“Di antara hal-hal yang penting ialah memberi penerangan kepada masyarakat luas tentang bahaya yang ditimbulkan jika pada saat terjadinya gerhana matahari seseorang menatap lansgung matahari,” kata penyiar yang melaporkan fenomena gerhana matahari total 1983.

Dalam laporan khusus TVRI itu juga pemerintah memberikan peringatan soal tidak mengaitkan fenomena gerhana matahari total dengan hal-hal mistik.

TVRI menyiapkan liputan gerhana ini mulai 1981. Ketika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengumumkan akan adanya gerhana matahari total di Indonesia.

Saat gerhana matahari total itu, TVRI menyiapkan stasiun laporan di Borobudur, Makassar, dan Tanjung Kodok, Lamongan, Jawa Timur.

Mereka juga menaruh kamera di atas Gedung Blok G Balaikota Jakarta.

Saat itu pemandu acara khusus siaran langsung gerhana matahari total di TVRI adalah Willy A. Karamoy didampingi astronom yang kini ahli filsafat Karlina Supelli Laksono.

TVRI memang ditugaskan pemerintah menyiarkan secara lansung gerhana matahari total. Jika biasanya siaran televisi baru mulai sore hari, khusus hari itu TVRI bersiaran mulai 09.00 hingga 13.30 WIB.

Lantas Apa yang membedakan Gerhana Matahari Sekarang dan Gerhana Matahari 1983 ?

Pada saat Gerhana Matahari 1983, penduduk Indonesia di yakini dengan hal-hal mistis. Banyak mitos yang beredar bahwa matahari ‘dimakan’ oleh makhluk lain. Untuk membebaskannya harus dibunyikan kentongan.

dosen astronomi Institut Teknologi Bandung Hakim Lufhfi Malasan mengatakan pada tahun 1983, masyarakat bersembunyi ketika menjelang GMT. “Astronom berjuang bahwa melihat gerhana itu anugerah. Itu adalah proses pembelajaran yang baik asalkan kita bisa melihat secara benar,” kata dia.

Namun tahun sekarang. Gerhana Matahari Total di Indonesia disambut dengan para wisatawan yang penasaran dengan fenomena alam ini. Masyarakat juga bisa melihat gerhana secara amatir asal menggunakan filter yang baik. Pecinta astronomi juga menyambut peristiwa ini dengan antusias. Mereka menyambut peristiwa GMT ini dengan serangkaian kegiatan edukasi dan lomba-lomba yang berkaitan dengan astronomi.

Lihat Video Langsung Saat Gerhana Matahari Total 1983