Akhirnya Daeng Aziz Tertangkap, Ini Alasan Daeng Aziz Menghilang

76

Daeng Aziz Tertangkap –  Setelah buron karna ditetapkan jadi tersangka, Daeng Aziz (67) terkena Pasal 296 juncto 506 KUHP tentang muncikari, terkait dengan dugaan memudahkan dan memfasilitasi perbuatan cabul.

 

Kini pada (26/02/2016) Daeng Aziz Tertangkap pukul 09.00 WIB, Daeng Azis, yang dikenal sebagai penguasa komplek Kalijodo, Jakarta Utara mendatangi sebuah kos-kosan di wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Dengan menggunakan pakaian serba putih, Daeng Azis begitu dirinya biasa dipanggil, menemui kerabatnya bernama Syahril di lokasi yang tidak jauh dari Pasar Baru.

Amriyono Prakoso/Tribunnews.com

Hal tersebut diceritakan oleh penjaga kos-kosan, Wanda yang datang tidak lama dari kedatangan Daeng Azis.

“Saya datang pukul 09.30 WIB dan dia (Azis) sudah datang katanya menemui saudaranya,” ujarnya ketika ditemui di lokasi, Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Tepat pukul 13.30 WIB, tanpa sepengetahuan dirinya, tiba-tiba beberapa orang polisi masuk dan menangkap Daeng Azis.

Azis yang sedang berbincang dengan tujuh orang lainnya terpaksa digiring ke Mapolres Jakarta Utara untuk dimintai keterangan.

“Lagi ngobrol santai kok di lobi sini, terus tahu-tahu banyak polisi saja. Ditangkapnya juga tidak ada perlawanan,” ungkap Wanda.

Wanda mengaku tidak mengenal Daeng Azis pada saat kedatangannya.

Dia menjelaskan baru pertama kali bertemu dengan penguasa Kalijodo tersebut.

Namun, dirinya sempat takut kala melihat penampilan Daeng Azis.

“Ya beda aja. Pakaiannya necis begitu, pakai kalung sama gelang emas juga. Kan jarang melihat begitu. Biasanya hanya bapak-bapak kantoran saja yang ngekos,” ujarnya.

Penyewa yang bernama Syahrir tersebut tercatat baru menyewa satu kamar di lantai bawah Sentral Kost pada Kamis (25/2/2016) pagi.

Wanda mengatakan, Syahrir baru saja tinggal sehari di kamar kos tersebut dan membayar untuk biaya sewa harian, Rp 275.000.

Sedangkan Daeng Azis baru terlihat hari ini. Hanya berselang beberapa menit, Azis yang ada di dalam kamar Syahrir, langsung diamankan polisi dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara.

Keberadaan Daeng Azis tak diketahui keberadaannya sejak tanggal 18 Februari 2016, hingga akhirnya diringkus polisi pada Jumat (26/2/2016).

Menurut Pengacaranya, Razman Arif Nasution mengungkapkan Daeng Azis sengaja menghilang karena tak mau lagi namanya disebut-sebut sebagai penguasa Kalijodo.

Agen Poker