Heboh, Ini Alasan Brigadir Petrus Mutilasi Kedua Anaknya

74

Brigadir Petrus – Kasus mutilasi yang dilakukan oleh Brigadir Petrus Bakus menyita perhatian publik. Bagaimana bisa seorang polisi memutilasi kedua anaknya?

Hal yang tidak bisa di lupakan oleh Windri istri dari Brigadir Petrus Bakus adalah perkataan sang suami, saat itu Brigadir Petrus berdiri di samping ranjang sembari membawa parang yang berlumuran darah.

“Mereka Baik, mereka mengerti, mereka pasrah. Maafkan Papa, ya, Dik.” Ucapan Petrus Bakus, anggota Kepolisian Resor Melawi, Kalimantan Barat, pada Jumat dinihari, 26 Februari 2016.

Berdasarkan cerita Windri kepada penyidik Kepolisian Resor Melawi sebagaimana dilansir Tempo, Petros yang sudah uring-uringan selama sepekan terakhir telah memutilasi dua anaknya: Febian, 5 tahun, dan Amora, 3 tahun. Windri mengaku sempat melihat jenazah dua anaknya di kamar mereka.

Windri kabur. Ia berlari ke rumah Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Melawi Brigadir Sukardi, tetangga rumahnya yang berada di asrama Polres. Windri lantas diamankan Sukardi, yang segera mengunci rumahnya. Sukardi melihat Petros keluar rumah menuju tempat persembunyian Windri. Petros kemudian duduk di teras rumah Sukardi. “Sudah saya bersihkan, Bang,” kata Sukardi. “Saya menyerahkan diri.”

Suara rebut-ribut dari peristiwa tersebut membuat Kepala Kepolisian Sektor Manukung Ajun Komisaris Sofyan mendatangi lokasi kejadian. Sofyan bersama Kepala Satuan Intelijen Keamanan Polres Melawi segera membawa Petros ke Polres Melawi. Sedangkan Windri untuk sementara dibawa ke kediaman Kepala Polres Melawi.

Kini, Brigadir Petrus Bakus sudah ditahan di Polres Melawi, Kalbar. Namun di tahanan, pria yang membunuh dua anaknya dengan mutilasi itu terus meracau.

“Tersangka ditahan di Polres Melawi, secara fisik sehat tetapi kondisi bicaranya seperti orang meracau, tidak mengenal Kapolres dan Kasatnya,” kata Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto yang datang langsung ke Melawi, Jumat (26/2/2016).

Menurut Arief sebagaimana dilansir detik, di tahanan Brigadir Petrus mengaku tidak menyesal membunuh anaknya. Dia mengaku menjalankan perintah Tuhan.

“Di tahanan dia mengaku melakukan pembunuhan anak-anaknya dengan sadar dan tidak menyesal karena ada bisikan yang memerintahkan, untuk persembahan kepada Tuhan,” tegas Arief.

Tersangka juga mengaku kalau anaknya sudah kembali ke surga dan sudah menyatu dengan dirinya.

“Dia juga mengatakan bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah sudah kehendak Tuhan sejak ia lahir dari rahim ibunya,” tutur Arief.

Saat ini dokter forensik sedang melakukan pemeriksaan mayat korban. Dan tim Penyidik Polda dan Polres melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

KPAI Mengutuk Tindakan Brigadir Petrus

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk tindakan Brigadir Petrus Bakus, anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalbar, yang tega membunuh dua anaknya sendiri dengan sadis. KPAI minta agar Petrus diberi hukuman dan minta agar foto korban tidak disebarluaskan.

“KPAI mengutuk tindakan kriminal yang dilakukan oknum polisi Brigadir Petrus Bakus, anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalbar, yang tega membunuh dua anaknya sendiri dengan sadis. Tindakan tersebut adalah biadab, menistakan kehormatan kemanusiaan yang harus diberikan hukuman mati. Pelaku yang seharusnya bertanggung jawab dalam pengasuhan dan perlindungan anak, justru menjadi pelaku pembunuhan dengan sangat kejam,” tegas Ketua KPAI, Asrorun Ni’am melalui keterangannya pada Jumat (25/2/2016).

“KPAI meminta aparat penegak hukum untuk melakukan langkah hukum secara cepat dan akurat sehingga menjamin kepastian hukum dan perlindungan nyawa, apalagi anak. KPAI juga meminta masyarakat dan media untuk tidak menyebarkan foto-foto korban, termasuk melalui media sosial secara viral karena hal itu bertentangan dengan UU dan ada sanksinya,” sambungnya.

Agen Poker