Ini Tes Kejiwaan Brigadir Petrus Yang Alami Gangguan Sejak Kecil

151

Kasus Brigadir Petrus – Anggota Satuan Intelijen Keamanan Polres Melawi Brigadir Petrus Bakus tega menghabisi kedua anak kandungnya kemudian memutilasi jasad anaknya.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan pelaku melakukan aksinya pukul 00.00 Jumat, 26 Februari 2016.

“Korban atas nama Febian, 5 tahun, dan Amora, 3 tahun,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto. Yang lebih mengerikan, dia memutilasi tubuh kedua anaknya. Menurut Arief, pembunuhan itu berlangsung pada pukul 00.00, Jumat, 26 Februari 2016.

Windri, istri Brigadir Petrus Bakus, anggota satuan intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat, mengaku sebelum suaminya memutilasi sempat memandikan kedua korban. Informasi yang dihimpun merdeka.com, Windri tidak mendengar saat pelaku memutilasi F (5) dan A (3).

Selain itu, Petrus juga belakangan berubah sikap menjadi temperamen dan mudah marah. Bahkan pelaku mengaku sempat mendapat bisikan gaib.

“Sejak seminggu ini suaminya sering marah-marah sendiri di rumah seperti ada makhluk halus yang mendatangi, dan bercerita sering mendapat bisikan,” kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto berdasarkan kesaksian istri pelaku, Windri, Jumat (26/2).

pojoksulsel-polisi-bunuh-mutilasianaknya-di-kalbar-1-730x350. [downloaded with 1stBrowser]
sulsel.pojoksatu.id
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengaku bahwa anggota anggota Satintelkam Polres Melawi Brigadir Petrus Bakus, yang membunuh anaknya, memiliki kelainan sejak kecil.