Terkuak, Polisi Mutilasi Anak Lakukan Ini Sebelum Membunuh

115

Polisi Mutilasi Anak – Brigadir Petrus sang Polisi Mutilasi Anak sudah ditahan di Polres Melawi, Kalbar. Namun di tahanan, pria yang membunuh dua anaknya dengan mutilasi itu terus meracau. Menurut Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto sebagaimana dilansir detik, di tahanan Brigadir Petrus sang Polisi Mutilasi Anak mengaku tidak menyesal membunuh anaknya. Dia mengaku menjalankan perintah Tuhan.

Oleh karena itu, polisi yang diduga menderita penyakit mental ini tidak menyesali perbuatannya. Warga sekitar rumahnya tak menyangka bahwa Brigadir Petrus akan berbuat sekejam itu. Menurut para tetangga, selama ini perilakunya tidak terlihat aneh. Bahkan, dia dengan kedua anaknya cukup dekat. Mereka pun terkejut ketika mengetahui jika Brigadir Petrus telah menghabisi bocah tak berdosa tersebut. Padahal sebelum kejadian itu dia sempat main bareng dengan anak-anaknya. “Saya sempat ajak ngobrol (Petrus Bakus). Kalau saya lihat, dia terlihat seperti biasa saja. Saya lihat juga dia perilakunya baik saja sama anak-anaknya. Sekitar setengah jam kemudian, datang anggota polisi lainnya,” ujar salah satu warga Ali, kepada wartawan di Melawi Sabtu (27/2).

Kata Ali, Kamis (25/2) jelang tengah malam, sempat terdengar teriakan istri Petrus, Windri, dari dalam rumah itu. “Terdengar teriakan meminta tolong dari dalam rumah Pak Petrus. Seperti suara istrinya,” katanya. Tak lama berselang, dalam kondisi telanjang dada Brigadir Petrus keluar rumah dan terlihat berbincang dengan sesama anggota kepolisian. Dari perbincangan itu terdengar Petrus telah membunuh kedua anaknya. Ali pun datang menghampiri Petrus.

“Saya sempat ajak ngobrol (Petrus Bakus). Kalau saya lihat, dia terlihat seperti biasa saja. Saya lihat juga dia perilakunya baik saja sama anak-anaknya. Sekitar setengah jam kemudian, datang anggota polisi lainnya,” ujar Ali.

Dan pada Jumat malam, F dan A telah dimakamkan dalam satu liang lahat di pemakaman umum di Jalan Tapang, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat. Sebelumnya, jenazah kedua balita itu telah menjalani proses forensik dokter medis di rumah sakit umum Melawi.

Wiendry Hairin Menyanyikan Lagu Pelangi-Pelangi Saat Di Pemakaman

Istri Polisi Mutilasi Anak, Windri dalam kondisi yang sangat drop. Hal itu terlihat saat pemakaman kedua anaknya di pekuburan muslim, Jalan Tengah, Gang Tapang, Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Jumat malam sekitar pukul 23.00 Wita.

Korban pembunuhan dan mutilasi anggota polisi Brigadir Petrus Bakus di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dikebumikan Jumat malam, 26 Februari 2016, pukul 23.00 WIB, di pemakaman Jalan Tengah, Gang Tapang, Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

Mereka adalah Fabian (5) dan Amora (3), dua anak kandung Petrus dan istrinya, Windri. Dua bersaudara ini di kubur dalam satu liang lahad.

“Jam 11 malam dikuburkannya. Kakak beradik. Banyak anggota polisi datang ke sini. Ada juga sejumlah pejabat Pemkab Melawi,” ujar Sukardi, warga yang tinggal di sekitar pemakaman, Sabtu 27 Februari 2016.

Kepala Sub Bagian Pengendali Personel Psikologi Polda Kalbar Ajun Komisaris Teguh Purwo Nugroho mengatakan saat di pemakaman Windri istri Brigadir Petrus menyanyikan lagu pelangi-pelangi saat kedua anak mutilasi di kebumikan

“Pas pemakaman, istrinya menyanyikan lagu ‘Pelangi-pelangi’. Karena kebiasaan istrinya menidurkan anaknya menyanyikan lagu ‘Pelangi-pelangi’. Kondisi psikologi istrinya drop,” ucap Kepala Sub Bagian Pengendali Personel Psikologi Polda Kalbar Ajun Komisaris Teguh Purwo Nugroho, Sabtu (27/2/2016) seperti dikutip dari Liputan6.com.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Polda Kalimantan Barat. Sementara itu Petrus juga telah ditahan di Polres Melawi untuk dimintai keterangan atas tindakan kejinya tersebut, termasuk diantaranya pemeriksaan kejiwaan.

Berita Terkait

Terungkap 16 Fakta Seram Si Polisi Mutilasi Anak Kandung

Begini Keadaan Wiendry Hairin Setelah Anaknya Dimutilasi Polisi

Heboh, Ini Alasan Brigadir Petrus Mutilasi Kedua Anaknya