Terungkap, In Keputusan Ridwan Kamil Perihal Pilgub DKI 2017

97

Ridwan Kamil – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) yang menyambangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Kamis (25/2/2016) lalu. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berencana mengumumkan niatnya untuk maju atau tidak dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 pada hari ini, Senin (29/02/2016).

Rencananya, keputusan untuk maju atau tidaknya Ridwan Kamil dalam Pilkada DKI Jakarta diumumkan pada Senin ini, pukul 09.00. Namun meskipun belum keluar dari lisan arsitek ternama itu, sejumlah pihak mengaku sudah mengetahui keputusan Ridwan.

Salah satunya seorang warga Bandung yang menjadi peserta acara “Ngariung Sareng Kang Emil jeung Komunitas Bandung” di Bandung Jumat (29/02/2016) lalu. Dia membocorkan informasi bahwa Kang Emil, sapaan Ridwan, tidak akan ikut bersaing berebut kursi DKI 1 melawan Basuki Tjahaja Purnama.

“Saya nggak akan maju DKI 1,” katanya menirukan ucapan Kang Emil yang lalu disambut tepuk tangan meriah dari peserta yang hadir.

Menurut keterangan sumber tersebut, Ridwan Kamil mengaku membangun Indonesia tidak harus dari Jakarta, dan Bandung memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Jadi kalemlah. Saya pegang janji kang Emil Jumat kmarin,” pungkas sumber tersebut.

Ridwan Kamil Bimbang

Ridwan Kamil atau sering disapa kang Emil agaknya sadar betul kalau hingga kini dia belum bisa menandingi popularitas Ahok. Meski selalu tampil menjadi penantang utama, jarak antara Ahok dan Emil masih sangat jauh. Paling tidak itu terlihat dalam sejumlah survei yang digelar awal tahun ini.

Berdasarkan survei Centre Strategic and Internasional Studies (CSIS) akhir Januari lalu, tingkat popularitas Ahok masih jauh melampaui nama populer lain yang disebut-sebut akan maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Sebanyak 45 persen publik di DKI masih memilih Ahok. Sedangkan di urutan kedua yaitu Ridwan Kamil yang berada pada angka 15,75 persen. Dan pada posisi ke 3, berada di bawah 10 persen yaitu Tri Rismaharini yang mendapatkan angka sebanyak 7,75 persen,” ujar peneliti CSIS, Arya Fernandes.

Bahkan, berdasarkan survei Populi Center pada 13-17 Februari 2016, angka itu memperlihatkan tren menurun. Dari survei yang melibatkan 400 responden di seluruh wilayah DKI Jakarta itu, nama Ahok meraih 52,2 persen atau unggul dari 7 nama lain, termasuk Emil.

Dari elektabilitas 8 tokoh, nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memang sudah di atas 50 persen. Namun, ada temuan menarik di mana nama Yusril Ihza Mahendra berpotensi menjadi kuda hitam, karena berada di posisi ketiga dengan meraih 6 persen di bawah Ridwan Kamil dengan 12 persen dan Ahok,” ujar peneliti Populi, Nona Evita, di Jakarta, Senin 22 Februari 2016.

Yang jelas, pada Senin (29/2) atau tepatnya hari ini, Emil akan bicara. Dia akan memberikan kepastian tentang apakah dirinya akan ikut dalam kontestasi mencari Gubernur DKI Jakarta atau tidak.

“Saya pengumuman Senin ya, pengumuman maju atau tidaknya Senin,” ujar Emil usai bertemu Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis 25 Februari lalu.

Jadi, mana yang dipilih Emil, DKI-1 atau Jabar-1? Menurut Anda apa jawaban Ridwan Kamil?