9 Fakta Terbaru Polisi Mutilasi Anak Bikin Merinding

99

Polisi Mutilasi Anak – Kejadian yang sangat keji atas tindakan Polisi Mutilasi Anak kandungnya yang terjadi di melawi, Kalimantan Barat sungguh amat teragis. Brigadir Petrus sang Polisi Mutilasi Anak sudah ditahan di Polres Melawi, Kalbar. Bahkan, Bakus juga ingin membunuh istrinya. Namun sang istri berhasil menyelamatkan diri dari maut setelah kabur saat sang suami memintanya mengambilkan air minum.

Berikut ini 9 Fakta Terbaru Polisi Mutilasi Anak yang di ungkap oleh polisi

1. Perintah Dari Tuhan

Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Arief Sulistyanto menyatakanBrigadir Petrus sudah sudah ditahan. Kondisinya pelaku dalam keadaan sehat saat ini.

“Dia menganggap apa yang dilakukannya itu perintah dari Tuhan. Dia mendapat bisikan untuk melakukan itu semua. Jadi dia merasa sadar dan tidak menyesal. Anaknya pun ikhlas katanya. Tersenyum saat dibunuh dan dia tenang,” kata Arief.

Pelaku, lanjut Kapolda menjawab pertanyaan dari tim penyidik dengan tenang. “Merasa anaknya sudah dikirim ke surga,” ujar dia.

2. Tak Menyesali Perbuatan

Kepada penyidik, Brigadir Petrus Bakus mengakui perbuatannya yang memutilasi anak kandungnya, Fabian (5) dan Amora (3). Namun, dari pengakuan tersebut tidak ada penyesalan yang disampaikan tersangka.

“Dari interogasi penyidik, tersangka memberikan keterangan bahwa dia sadar melakukan itu, kemudian dia merasa tidak menyesali perbuatannya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat AKBP Arianto, saat dihubungi, Sabtu 27 Februari 2016.

Alasannya, kata Arianto, tersangka mendengar adanya bisikan ‘Tuhan’. “Dia merasa setelah pembunuhan, anaknya akan kembali ke surga, ke dalam surga,” beber Arianto.

3. Mutilasi Untuk Persembahan

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkap motif Brigadir Petrus Bakus membunuh F dan A yang masih berusia 5 serta 3 tahun itu.

“Ada info salah satu anggota polisi membunuh anaknya, Kapolda sana sudah lapor ke saya. Berdasarkan keterangan istrinya, tadi malam anaknya dimutilasi untuk persembahan,” ujar Badrodin di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 26 Februari 2016.

Bakus terancam dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 atau pasal pembunuhan. Pasal lainnya yang menjerat Bakus adalah Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sanksi dari perbuatan itu adalah hukuman mati, seumur hidup, atau paling sedikit 20 tahun penjara.

4. Derita Schizophrenia

Brigadir Petrus Bakus yang memutilasi kedua anak kandungnya, diduga mengalami schizophrenia. Kepada sang istri, pelaku mengaku sering mendapat bisikan makhluk halus.

Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan, berdasarkan keterangan istri, pelaku dalam seminggu terakhir ini kerap marah-marah sendiri di dalam rumah.

“Di rumah seperti ada makhluk halus yang mendatangi dan bercerita sering mendapat bisikan,” kata Arif saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat 26 Februari 2016.

Gejala skizofrenia tersebut rupanya sudah diidap Bakus sejak berusia 4 tahun. “Pada saat kecil umur 4 tahun, sering mengalami kejadian serupa dan badan terasa kedinginan,” ujar Arif.

5. Petrus siapkan tumpukan kayu untuk membakar anak-anaknya

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, selain membunuh dan mutilasi dua anaknya, Petrus juga berniat membunuh istrinya sendiri, Windri. Rencananya, setelah membunuh istri dan dua anaknya, Petrus akan membakar mereka di belakang rumah.

6. Misteri SMS mesra dan api cemburu

Menurut Kapolda, pembunuhan disertai mutilasi ini dipicu adanya persoalan rumah tangga antaran Pe‎trus Bakus dengan Windri, sang istri. Dimana dua minggu sebelumnya Windri mendapati pesan singkat di dalam telepon genggam suaminya dari seorang perempuan.  “Dari situ timbul kecemburuan,” kata Arief.

Kemudian, kecemburuan Windri terhadap Petrus yang diduga memiliki wanita idaman lain berbalik pada Windri. Justru Petrus yang mencurigai sang istri memiliki pria lain.

7. Petrus suruh seseorang buntuti istrinya

Karena sudah terbakar api cemburu dan mencurigai sang istri memiliki pria idaman lain, Petrus pun beraksi. Kata Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto, Petrus sempat menyuruh orang lain untuk membuntuti istrinya, Windri kemanapun ia pergi. “Puncaknya Windri minta diceraikan,” lanjut tambah Arief.

8. Muncul makhluk bertubuh kekar

Kemudian seminggu sebelum tragedi mutilasi dua anak kandungnya itu, Petrus meminta seseorang untuk membelikan sebuah parang dengan alasan untuk menebas rumput di halaman belakang. Nah, kata Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto, pada saat memotongi rumput di belakang rumah, Petrus melihat awan hitam yang menyelimuti dirinya. “Kata dia, di dalam awan hitam itu ada puluhan makluk bertubuh kekar,” kata Arief.

9. “Mama mau dibunuh papa. Benarkah ma?”

Brigadir Petrus juga pernah menyampaikan akan membunuh istri pada kedua anaknya, Fab dan Amo. Dan apa yang disampaikan Petrus kepada anak-anaknya disampaikan kepada Windri oleh anak-anaknya. “Ma, kata papa, mama mau dibunuh papa. Benarkah ma?” kata Arief menirukan ucapan Windri.

Hal itu diungkapkan dua kali oleh sang anak. Yang pertama disampaikan sang anak yang nomor dua (Amora) dan tiga hari sebelumnya disampaikan kembali oleh Pebian. “Windri tidak menggubris omongan kedua anaknya itu. Karena dianggap itu omongan anak kecil,” bebernya.‎

Berita Terkait

Terkuak, Polisi Mutilasi Anak Lakukan Ini Sebelum Membunuh

Ini Hukuman Untuk Polisi Mutilasi Anak Yang Dikutuk KPAI

Polisi Mutilasi Anak Ngaku Ingin Tobat Ke Ustaz Ali Murtadho