Oh Ini Toh Hewan Yang Bertingkah Aneh Saat Gerhana Matahari Total 2016

89

Gerhana Matahari Total 2016 – Dalam beberapa hari lagi masyarakat Indonesia akan menyaksikan Gerhana Matahari Total 2016. Terjadinya gerhana matahari total yang juga dirasakan oleh beberapa wilayah negara memiliki waktu yang berbeda dari satu daerah ke daerah lain.

Tahukah Anda bahwa pada momen tersebut, ternyata bukan hanya matahari yang “menghilang” beberapa saat. Fenomena alam itu juga akan bakal mengundang beberapa “pertunjukan” alam lain.

Peristiwa alam ini sebelumnya terjadi pada 11 Juni 1983 silam. Ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Prof Bambang Hidayat mengatakan, adalah sebuah keberuntungan bagi orang-orang yang akan melihat fenomena alam langka ini.

Alasannya, setelah 11 Juni 1983, berlanjut 9 Maret 2016, peristiwa serupa baru bisa disaksikan lagi pada 11 Januari 2049, karena gerhana matahari total hanya terjadi setiap 33 tahun sekali.

“Kita beruntung jika bisa melihat gerhana matahari total,” kata Bambang.

Hewan-Hewan Bertingkah Aneh

Pakar Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB), Premana W. Premadi, mengatakan pada saat fenomena alam gerhana matahari terjadi, banyak aktivitas hewan-hewan tertentu yang unik untuk diamati, terutama hewan-hewan malam. Ini karena pada saat gerhana matahari berlangsung, langit menjadi gelap dan membuat hewan mengira malam kembali datang.

“Fenomena unik dan natural dari efek gerhana matahari biasanya hewan seperti kebingungan kenapa tiba-tiba langit gelap lagi, lalu mereka istirahat. Lalu hewan malam seperti kelelawar yang pagi tidur, kembali terbangun keluar dari sarang mencari makan,” kata Premana W. Permadi saat berkunjung ke kantor Tempo, Selasa, 2 Februari 2016.

Selain hewan malam, kata Premana, masyarakat juga bisa mengamati fenomena keluarnya hewan nokturnal atau yang tebiasa keluar di malam hari seperti hewan Tarsius (hewan pandemik khas Sulawesi), ular, yang akan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. “Menarik untuk mengamati pergerakan hewan itu karena perilakunya sensitif terhadap gelap dan terang,” ujarnya.

Pada 9 Maret nanti, ada puluhan daerah bagian tengah ke atas dari Sumatera hingga Maluku Utara yang akan dilintasi jalur gerhana matahari total. Selebihnya hanya bisa menyaksikan gerhana matahari parsial. Di Jakarta dan Bandung misalnya, kata Premana hanya sekitar 80 persen matahari yang tertutup bulan. Selain itu proses menuju gerhana hingga gerhana usai akan berlangsung sekitar empat jam dimulai sekitar pukul 07.00 pagi.

Pada saat bayangan bulan bergerak meninggalkan matahari, menurut Premana masyarakat juga bisa menikmati fenomena ayam berkokok, karena menyambut matahari yang seolah terbit kembali. “Ini mesti dilihat di tempat alami, gerhana udah mau selesai ‘kan seperti matahari terbit,” ujar Premana.

Karena fenomena gerhana matahari merupakan peristiwa langka, menurut Premana, sayang untuk melewatkan momen tersebut. “Masyarakat bisa menggunakan kamera lubang jarum, dan melihat pantulan bayangannya atau proteksi pakai kacamata khusus. Melihat langit pagi yang kembali berbintang, memperhatikan sekitar,” ujarnya.

Berita Terkait

Ini Jadwal Siaran Langsung Gerhana Matahari 9 Maret 2016

Heboh, Ini Video Warga Ketakutan Saat Gerhana Matahari Tahun 1983