17 Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Gerhana Matahari

98

Gerhana Matahari – Fenomena langka yang jadi buruan manusia sejak dulu. Gerhana, baik matahari atau gerhana bulan dalam waktu dekat, tepatnya bulan Maret 9, 2016 kita akan melihat fenomena alam gerhana matahari total. Selain itu, ada banyak daerah di Indonesia bisa melihat gerhana matahari total, mulai dari Bengkulu ke Sofifi.

Sangat jarang terjadi  membuat gerhana matahari total begitu spektakuler dari banyak fenomena alam lainnya. Bulan menutupi matahari, membuat cahaya yang mencapai bumi harus terhambat atau terhalang bulan sehingga bumi menjadi gelap di siang hari. Dan menjadi unik adalah pemandangan yang indah dan spektakuler, yang dibentuk cincin di bumi, ketika gerhana matahari total.

Ada banyak hal yang unik yang biasanya terjadi pada saat gerhana. Mulai dari dampak yang dirasakan hewan untuk mereka yang menyukai fenomena alam.

Berikut 17 Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Gerhana Matahari

1. Gerhana Terpanjang

Gerhana terpanjang di abad ini terjadi pada tanggal 22 Juli 2009 gerhana ini bisa dilihat atau diamati di India, Nepal, Bhutan dan China. Durasi gerhana ini adalah 6 menit 29 detik.

2. Kecepatan Gerhana

Naungan bulan selama gerhana di permukaan bumi bergerak dengan kecepatan hingga 2000 meter per detik.

3. Bumi Menjadi Satu-Satunyadapat mengamati gerhana matahari total

Kecantikan dan “akurasi” dari gerhana matahari karena kebetulan indah dan ukuran bulan dan matahari sama jika dilihat dari bumi – diameter Matahari adalah 400 kali lebih besar dari diameter bulan, dan jarak untuk itu adalah 400 kali lebih besar dari bulan. Oleh karena itu, bumi – satu-satunya tempat di tata surya, di mana Anda dapat mengamati gerhana matahari total.

4. Jenis Gerhana Di Planet lain

Pada planet lain ada jenis lain dari gerhana, misalnya, Jupiter adalah gerhana tiga, ketika bayang-bayang dari tiga satelit secara bersamaan terlihat di permukaan teleskop.

5. Perlambat rotasi bumi menyebabkan pemisahan Bulan dari Bumi

Diperkirakan lebih dari 600 juta tahun Bulan dari Bumi sendiri terpisah sehingga tidak akan cukup untuk “menutup” matahari, gerhana matahari tidak terjadi lagi.

6. Lama Waktu Gerhana

Pada setiap titik dalam gerhana matahari bumi dapat diamati rata-rata sekali setiap 360 tahun

7. Tempat Khusus Pengamatan Gerhana

Ada tempat-tempat khusus di bumi, misalnya dalam Illionoyse Carbondale, Amerika Serikat – di mana gerhana dijadwalkan 21 Agustus 2017 dan April 8, 2024, yaitu, dengan jarak hanya tujuh tahun!

8. Kebingungan pada hewan

Hewan amat dekat dengan kondisi alam. Saat terjadi perubahan, mereka akan mengalami kebingungan. Hewan-hewan yang biasanya tidur pada malam hari, ketika dunia berubah menjadi gelap membuat mereka bersiap-siap tidur di siang hari. Sementara hewan-hewan malam mulai tergugah untuk bangun dan bergerak. Hal tersebut terjadi dengan cepat, gerhana matahari biasanya terjadi hanya beberapa menit.

Namun, tak semua hewan mengalami hal tersebut. Ada juga yang dengan tenang menikmati perubahan ini.

9. Menghindari berhubungan suami istri

Pada abad pertengahan, sebagian masyarakat Eropa meyakini berhubungan layaknya suami istri saat gerhana bulan memberikan efek buruk. Menurut mereka, anak yang diproduksi pada saat terjadi gerhana bulan sifatnya dipengaruhi setan.

Lalu, ada juga yang meyakini agar ibu hamil menghindari menyentuh area perut pada saat terjadi gerhana bulan. Jika ibu melakukannya, anak lahir dengan tanda lahir.

10.Terkait cacat lahir

Mitos yang sempat dipercayai oleh orang Indian yakni ibu hamil tidak boleh keluar saat gerhana terjadi. Jika dilakukan hal itu bisa membuat bayi lahir buta atau mengalami bibir sumbing.

11. Kecerdikan Christopher Columbus terhadap orang Jamaika

Salah satu hal menarik tentang gerhana, dalam hal ini gerhana bulan adalah kaitannya dengan Christopher Columbus.
Pada sekitar 1503, Columbus dan kapal layarnya terdampar di Jamaika. Masyarakat Jamaika pada saat itu menyambut baik kehadiran Columbus dan para awak kapal dengan memberi makan. Namun suatu ketika mereka mencuri barang milik penduduk lokal, hal ini membuat berang masyarakat Jamaika sehingga Columbus dan kru tidak lagi diberi makan.

Columbus dan kru tentu saja merasa kelaparan, ia pun memutar otak agar bisa kembali diberi makan. Berbekal tabel astronomi Abrahan Zacuto, Columbus mempelajarinya. Ia pun mengetahui bahwa akan terjadi gerhana bulan.

Lalu, ia mengatakan kepada kepala suku penduduk lokal bahwa akan terjadi gerhana bulan. Columbus mengatakan kejadian ini terjadi karena dewa marah akibat perlakuan penduduk lokal terhadap Columbus dan kru. Columbus pun mengatakan hal ini bisa saja tidak terjadi bila mereka memberikan makanan. Namun kepala suku menolak.

Benar saja, bulan nampak menjadi merah, dan penduduk lokal ketakutan. Mereka memohon kepada Columbus agar meminta dewa tidak marah. Columbus pun berpura-pura memohon kepada dewa sambil menghitung jam pasir untuk menghitung lama gerhana bulan. Ya setelah 48 menit, gerhana bulan selesai. Columbus dan kru mendapat makanan.

12. Warga Thailand menabuh panci

Di masa lalu, sebelum ilmu pengetahuan dan teknologi mampu menjelaskan penyebab gerhana matahari, orang-orang Thailand menganggap roh jahat mendatangi mereka. Untuk menakut-nakuti roh jahat itu, mereka menabuh panci dan menyalakan kembang api.

13. Membasuh mata dengan urine

Banyak kepercayaan di India tentang gerhana, salah satunya tentang membasuh mata dengan urine usai gerhana terjadi. Mereka percaya, urine mampu membuat mata tak sakit lagi.

Lalu, saat terjadi gerhana bulan dilarang untuk tidur dengan rambut basah. Jika dilakukan hal tersebut dipercayai membuat seseorang jadi gila.

14. Berburu gerhana

Gerhana matahari maupun bulan jarang terjadi. Hal ini membuat mereka yang menggemari hal-hal seperti ini datang menuju tempat terbaik untuk menyaksikan fenomena alam ini. Pada tahun ini Indonesia memiliki banyak titik untuk bisa melihat gerhana matahari total.

Diantaranya  Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara, serta sejumlah kota besar seperti Palembang, Tanjung Pandang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate, dan Sofifi.

Selain turis lokal, gerhana matahari total (GMT) tahun ini diperkirakan mampu menyedot lebih dari 5.000 wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara.

15. ‘Pembodohan Massal’

Peristiwa gerhana matahari total yang paling menghebohkan adalah pada 11 Juni 1983 yang jalur totalitasnya melintasi Jawa.

Fenomena tersebut bahkan disiarkan langsung di TVRI — stasiun televisi satu-satunya di Indonesia kala itu.

Pada masa itu, dalam masyarakat banyak beredar kabar bohong. “Atau semacam pembodohan massal, dengan mengatakan, ‘awas, hati-hati gerhana bisa membutakan mata’,” kata Thomas.

Bahkan, dia menambahkan, ada yang bertindak ekstrem sampai-sampai seluruh jendela ditutup. “Seakan matahari memancarkan radiasi berbahaya,” kata dia.

Tak hanya di situ, di suatu daerah, mata hewan-hewan penghuni kebun binatang ditutup, agar mereka tak buta.

Untuk itulah, Lapan meluncurkan hitung mundur 55 hari jelang gerhana matahari total pada 14 Januari 2015.

“Tujuannya, untuk sosialisasi bahwa gerhana adalah peristiwa yang menarik dan aman dilihat.”

16. Bukan Fenomena Berbahaya

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin menegaskan, gerhana matahari total adalah fenomena yang luar biasa. Bukan peristiwa penuh marabahaya.

“Padahal Matahari sama seperti yang kita lihat kok. Yang membahayakan itu, kalau kita tidak berhati-hati melihatnya,” kata dia.

Alumni Kyoto University tersebut menambahkan, pada saat gerhana sebagian, secara refleks mata sudah merasa silau.

“Maka jangan dipaksakan atau berlomba melihat matahari secara langsung. Itu sangat berbahaya.”

Pada saat gerhana total, tambah Thomas, justru paling bagus melihat langsung. Tanpa kaca mata, tak perlu pakai filter.

“Asal berhati-hati. Yang paling riskan adalah peralihan fase total ke fase sebagian, saat Bulan mulai bergeser, cahaya matahari yang walau baru muncul sedikit sudah sangat kuat. Padahal, pupil mata kita sedang membesar,” jelas dia. Hal itu bisa merusak retina.

Jadi, jangan terlalu asyik. Hati-hati.

17. Menguji Teori Einstein

Gerhana matahari total yang akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016 juga menjadi perhatian ilmuwan dunia. Thomas Djamaluddin mengatakan, para ilmuwan Lapan akan berkolaborasi dengan para ahli asing, termasuk dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Menurut Thomas, fenomena gerhana matahari total adalah kesempatan bagi para peneliti untuk melakukan sejumlah riset: terkait fisika matahari maupun fisika umum. Pun kajian dampak dan keantariksaan.

“Juga sering dijadikan pembuktian teori relativitas Einstein. Bahwa suatu benda bisa membelokkan cahaya,” tambah dia.

Jadi, ketika gerhana matahari, saat sang surya ditutup, bintang-bintang di sekitar matahari sedikit bergeser.

Saat gerhana matahari total, menurut Thomas, perubahan perilaku hewan juga diperkirakan akan terjadi, terutama pada binatang malam.

“Walau hanya beberapa menit saat gerhana matahari total terjadi, kondisi tiba-tiba gelap seolah malam akan membuat hewan terutama binatang malam bereaksi. Akan terjadi perubahan perilaku, nah itu juga menjadi penelitian,” beber sang kepala Lapan.

Gerhana juga penting sebagai sarana edukasi publik. Salah satunya menjelaskan pada siswa tentang prosesnya.

Berita Terkait

3 Pesan Rasulullah Saw Saat Terjadi Gerhana Matahari

Sambut Gerhana Matahari Total 2016 Dengan Panduan Shalat Gerhana

Ini Jadwal Siaran Langsung Gerhana Matahari 9 Maret 2016