Heboh, Pria Ini Jual Ganja Di Instagram dan Diantar Dengan GrabBike

127

Ganja – Peran media sosial untuk berbisnis sangat menggiurkan. Namun peran media juga membantu hal yang dilarang oleh negara. Seperti pria berinisial SAP (26) pada Senin (7/3/2016) berhasil ditangkap oleh Jajaran Polsek Kembangan, Polres Metro Jakarta Barat karna kasus penjualan ganja.

Kapolsek Kembangan, Kompol Imam Santoso mengatakan bahwa pria berinisial SAP (26) ini menjual ganja melalui Instagram.

“Tersangka ini memasang iklan di Instagram miliknya bahwa dirinya menjual daun ganja,” ujar Kapolsek Kembangan, Kompol Imam Santoso di Jakarta, Selasa (8/3/2016).

Pemuda berusia 26 tahun tersebut diringkus di kediamannya yang berlokasi di Jalan Tomang III Blok 102 RT 02 / RW 04 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Imam Santoso menambahkan bahwa Tersangka meminta jasa ojek online Grab Bike untuk mengantar ke pembelinya ini.

“Pengemudi ojek merasa curiga saat menerima paket dari pelaku. Kemudian, diintip dan dilihat isi paketnya ada bungkusan seperti daun teh, tapi ada bijinya,” ucapnya.

Hal ini bermula saat pengemudi Grab Bike yang membawa paket tersebut merasa curiga dengan barang yang ada di dalamnya lantas ia pun membawa paket ini ke Mapolsek Kembangan.

Polisi pun langsung melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap paket tersebut.

“Ternyata, isi paketnya ini daun ganja. Kami segera mendatangi rumah pelaku dan melakukan penangkapan,” kata Imam.

Tribunnews.com

Pelaku beserta barang bukti segera digelandang ke kantor polisi. Petugas menyita barang bukti 2 paket daun ganja dan 1/2 linting daun ganja dengan berat bruto 40,2 gram.

Tersangka berinisial SAP (26) mengatakan dirinya mendapatkan barang haram tersebut juga melalui media sosial. Ia melakukan transaksi di jejaring Instagram guna memperoleh ganja ini.

“Belinya juga lewat Instagtam. Harganya (ganja) Rp. 800.000 sudah sama ongkos kirim melalui JNE,” ungkap SAP.

Pelaku kemudian menjualnya lagi ke para pelanggannya dengan harga yang lebih tinggi. Polisi pun masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

“Ganjanya ini dijual lagi sama tersangka, sebagiannya ada yang dipakai sendiri. Masih kami dalami perkara ini dan dikembangkan lebih lanjut,” kata Imam yang dikutip dari Tribunnews.