Oh Ini Toh Arti Nama Jan Etes Sri Narendra Cucu Jokowi

92

Cucu Jokowi Jan Etes Sri Narendra – Putra putra presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dengan istrinya Selvi Ananda, melahirkan Cucu Jokowi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta dengan berat 3,9 kilogram dan panjang 48,5 cm. Cucu dari Presiden Jokowi berjenis kelamin laki-laki ini, lahir pada Kamis (10/3), sekitar jam 09.28 WIB di RS PKU Muhammadiyah Solo.

Gibran Rakabuming Raka telah memberikan nama bagi putranya. Nama yang diberikan Gibran kepada cucu pertama Jokowi yakni Jan Etes Sri Narendra. Gibran menyebut arti dari nama Jan Etes Sri Narendra.

“Nama anak kami (Gibran-Selvi Ananda), Jan Etes Sri Narendra. Artinya Jan itu sangat, Etes itu cekatan, Sri Narendra itu pemimpin yang cerdas,” ujarnya.

Menurut penanggalan Jawa, putra pertama atau Cucu Jokowi dari pasangan Gibran Rakabuming Raka (anak Jokowi) dengan Selvi Ananda ini lahir pada Kamis Wage.

Konsultan Penanggalan Jawa Museum Radya Pustaka Solo, Toto Yasmiran mengatakan seseorang yang biasanya lahir pada Kamis Wage memiliki sifat lahir yang baik.

“(Cucu Jokowi) Lahir hari ini, Kamis Wage tanggal 10 Maret 2016 itu wukunya adalah Julung Pujud. Itu sifatnya baik,” ujar Toto.

Hal ini dikatakannya bisa dihitung dengan menggunakan penanggalan dan Serat Pawukon yang disusun nenek moyang orang Jawa ratusan tahun lalu.

Menurut Toto, anak yang lahir hari ini membawa perwatakan lahir Aras Kembang, Nunggak Semi. Artinya, bayi yang lahir akan gampang nggrahita atau cerdas.

Selain bayi ini akan dicintai oleh banyak orang, serta mudah untuk mendapatkan bantuan dari yang lain.

“Arti lainnya bayi ini rejekinya akan selalu ada, meskipun (seperti pohon) yang dipangkas habis, tetapi tetap bisa nunggak semi (bersemi kembali),” sambung Toto.

Bayi dengan wuku ini juga memiliki keinginan keras untuk menjadi pemimpin. Bagus dan sopan tingkah lakunya, serta bakal memiliki kedudukan tinggi. “Ana kalungguhane, ini artinya akan memiliki kedudukan. Becik ucapane yang berarti sopan santun dalam bertutur kata,” tambahnya.

Entah ini kelebihan atau kekurangannya, sifat ambisi untuk memimpin yang besar, membuat bayi yang lahir dengan wuku ini menjadi susah untuk dipimpin atau diatur.

“Tetapi biasanya memang bener jadi pemimpin, sebab dalam Serat Pawukon juga disebutkan tanpa ganda, nanging inupaya yang artinya selalu dicari dan dibutuhkan orang. Kira-kira seperti itu perwatakannya,” paparnya.