Penjelasan Lengkap Fenomena Equinox Yang Akan Terjadi di Indonesia

86

Fenomena Equinox – Pesan berantai mengenai Equinox di sejumlah sosial media membuat  kepanikan masyarakat karna suhu diprediksi hingga 40 derajat celcius. Namun benarkah demikian?

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Philip Mustamu meminta masyarakat luas jangan terlalu panik dengan fenomena equinox. Philip menjelaskan, bahwa equinox adalah saat matahari diposisikan tepat di atas garis khatulistiwa yang akan terjadi pada Senin (21/3/2016) mendatang.

“Jangan terpengaruh dengan isu yang mengatakan ini berbahaya, jalani kehidupan seperti biasa namun harus menjaga diri agar tidak dehidrasi,” ujarnya, Jumat (18/3/2016).

Dia mengatakan, bahwasannya hal ini adalah peristiwa yang selalu terjadi setiap tahunnya, dan terjadi pada tanggal yang sama.

Mengenai adanya isu bahwasannya suhu akan mencapai 40 derajat celcius,  Philip juga menyatakan hal tersebut tidak benar.

“Memang pada saat itu akan terasa lebih panas dari biasanya, namun untuk Kepri maksimal hanya 34 derajat celcius,” ujarnya.

Hal ini menurutnya karena pada setiap equinox terjadi suhu mengalami kenaikan hanya 1 derajat dari biasanya.

Kenaikan ini terjadi pada siang dan malam hari dan berlaku pada beberapa hari sebelum dan sesudah hari tersebut.

“Biasanya Kepri maksimal 32 sampa 33 derajat celcius jadi kalau naik satu menjadi 34 derajat, kalau malam 28 derajat berarti naiknya menjadi 29 derajat celcius dan terjadi dua sampai tujuh hari sesudah maupun sebelum puncaknya yang terjadi pada 21 Maret,” ujarnya.

Kejadian ini menurutnya terjadi setahun dua kali, yang pertama pada 21 Maret dan akan terjadi lagi pada 23 September mendatang.

Hal ini dikarenakan pada 21 Maret mendatang matahari melintas tepat di garis khatulistiwa dari Selatan ke Utara. “Kalau 23 September nanti sebaliknya dari Utara ke Selatan,” ujarnya.

Philip kembali menegaskan, bahwasanya equinox ini bukanlah fenomena alam tetapi lintasan matahari rutin.

Untuk itu masyarakat diminta untuk tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa saja meski menganjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah dan banyak mengkonsumsi air.

“Sekali lagi jangan panik, ini memang sudah selalu terjadi setiap tahunnya, ya memang kalau bisa jangan sering di ruang terbuka dan kalau bisa juga minum air yang banyak karena memang ada kenaikan suhu panas sedikit karena ini,” tandasnya.

Bagi Anda yang belum tau apa itu fenomena Equinox, berikut pemaparannya

Penjelasan Lengkap Equinox

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Yunus S Swarinoto menjelaskan, Equinox adalah salah satu fenomena astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa.

Fenomena ini secara periodik berlangsung 2 kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September,” kata Yunus dalam keterangannya, Minggu (20/3/2016).

Saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis di bagian utara maupun selatan.

“Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, di mana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat celcius,” jelas Yunus.

Memang ada peningkatan suhu udara saat terjadi fenomena Equinox. Namun tak akan sampai mencapai 40 derajat celcius seperti isu hoax yang beredar.

“Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” imbuh Yunus.

Agen Poker