Hari Ini Batas Akhir Tebusan 10 WNI Disandera Abu Sayyaf, Belum Ada Respon Dari Menlu RI - Infotainment News Online Terkini

Headline News

Hari Ini Batas Akhir Tebusan 10 WNI Disandera Abu Sayyaf, Belum Ada Respon Dari Menlu RI

on

Abu Sayyaf – Terjadi pembajakan oleh kelompok Abu Sayyaf terhadap kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anan 12 yang membawa 7.000 ton batubara dan 10 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia. Perusahaan pemilik kapal baru mengetahui terjadinya pembajakan pada 26 maret 2016 saat menerima telepon yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf.

Dalam komunikasi tersebut, penyandera meminta tebusan sebesar 50 juta peso dalam waktu satu minggu. Tepat pada hari ini, jumat (1/04/2016) batas pembayaran tebusan 10 ABK WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf berakhir.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menjelaskan, pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dalam tiga hari terakhir terkait upaya penyelamatan 10 ABK WNI. Begitu juga dengan menteri Indonesia lain yang terkait. Hal tersebut dilakukan agar langkah yang dilakukan benar-benar efektif.

“Komunikasi saya dengan Menlu Filipina (Jose Rene Almendras, red) sangat intensif,” ujar Menlu Retno.

Terkait kondisi ABK WNI, Retno mengindikasikan bahwa saat ini semua sandera masih dalam keadaan selamat. Retno pun mengaku bahwa informasi mengenai pergerakan dan posisi para korban terus diperoleh dari berbagai sumber.

“Kami terus melakukan komunikasi kepada pihak keluarga ABK mengenai hal tersebut,” imbuhnya.

Sayangnya, Retno menolak untuk meberikan informasi detil mengenai opsi apa yang terbuka atau akan diambil. Retno hanya mengaku bahwa pihaknya terus melakukan penjajakan terhadap opsi terbaik. Opsi tersebut dijajaki berdasarkan prioritas pemeirntah yakni keselamatan  ABK WNI.

“Dukungan Pemerintah Filipina sangat krusial bagi upaya yang akan kita lakukan. Indonesia menghargai kerja sama dan dukungan yang baik yang diberikan Pemerintah Filipina sejauh ini,” terangnya.

Saat dikonfirmasi beberapa rumor mengenai kasus tersebut, misalnya kabar bahwa hari ini (1/4/2016) menjadi tenggat waktu pembayaran tebusan terhadap perompak. Sayangnya, Retno sama sekali tidak merespon pertanyaan tersebut.

Dari Istana, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah masih akan menunggu tindakan lebih lanjut dari pemerintah Filipina.

“Kita bersabar menunggu, dan masih koordinasi dengan pemerintah Filipina agar ada jaminan warga negara kita yang ditawan segera bisa diebaskan,” terangnya di kompleks Istana Kepresidenan.

Selain itu, pemerintah juga tidak akan berbicara mengenai tebusan yag nilainya mencapai 50 juta Peso.

“Pemerintah tidak mau ditekan dan tidak mau kemudian kalau harus membayar 50 juta peso,” lanjut politikus PDIP itu. Baik tekanan oleh para pelaku atau milisi yang ada di belakangnya.

Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso menjelaskan, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Perwakilan BIN Luar Negeri (Perbinlu) did Filipina. Informasi-informasi yang didapat langsung diteruskan kepada pemerintah, termasuk dnegan TNI.

“Keselamatan sandera adalah propritas utama,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Secara politis, tutur Sutiyoso, tidak mudah untuk membuat opsi menyerang langsung. Pun demikian apabila Filipina  menolak tawaran bantuan dari Indonesia karena persoalan harga diri.

“Yang jelas, saat ini pemerintah mengutamakan jalan negosiasi agar para sandera dapat segera dibebaskan,” ujarnya.

Sementara itu, Menelisik penyanderaan terhadap 10 orang WNI oleh milisi Abu Sayyaf di selatan Filipina, pengamat terorisme Nasir Abbas menyebut, Abu Sayyaf tidak melihat apa keyakinan yang dipeluk calon korbannya.

“Mereka acak saja, ada Muslim, ada bukan Muslim. Inti persoalannya bukan di situ, kapal ini kan bawa barang berharga, bawa batubara. Jadi ini milik perusahaan yang kaya. Jadi yang dipertaruhkan itu bukan orang disandera. Ini ada permintaan tebusan. Ini adalah bentuk pemerasan terhadap perusahaan (semata),” ungkap Nasir ke BBC Indonesia, Kamis (31/03).

Berita Terkait

Abu Sayyaf Sandera 10 WNI, Kopassus, Denjaka hingga Den Bravo Menunggu Perintah

Waduh, Ini Harga Tebusan Untuk 10 WNI Yang Di Sandera Abu Sayyaf

Recommended for you