Drone Mata-mata Asing Ditangkap TNI Diduga Milik Malaysia Atau Brunei

146

Mata-MataDrone atau pesawat tanpa awak diamankan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) milik negara asing yang jatuh di perairan Selat Philip, Kepulauan Riau pada kamis (31/3). Pesawat drone dengan ukuran panjang 2.5 M dan rentang sayap 1.5 M itu mulanya diketemukan oleh Kapal Feri MV Pintas 9 di sekitar perairan Selat Philip, Kepri.

Pesawat tersebut juga dilengkapi dengan antena, kamera serta propeler di bagian buritan. Pesawat ini diduga sebagai pesawat pengintai milik asing.

Kepala Dispenarmabar, Letkol Laut (KH) Ariris Miftachurrahman menjelaskan drone/banshee target ini merupakan pesawat tanpa awak buatan Inggris yang mulai diproduksi tahun 1983. Pesawat ini sebagai bagian dari sistem latihan perang pertahanan udara. Pesawat tanpa awak ini dibuat dari bahan komposit Kevlar dan kaca yang diperkuat plastik.

Pesawat ini memiliki kecepatan 35-185 KT dengan daya jelajah antara 1-3 jam. Adapun pengontrolan penerbangannya menggunakan remote jarak jauh.

Adapun pengontrolan penerbangannya menggunakan remote jarak jauh. Dalam operasionalnya pesawat ini juga dapat dilengkapi dengan perangkat tambahan seperti radar, flare atau sekam maupun arm target.

“Meskipun peruntukannya banyak dipakai sebagai target sasaran, namun drone ini dapat juga berfungsi sebagai UAV pengintai dengan kamera. Menurut beberapa sumber, di kawasan Asia Tenggara peralatan ini hanya dimiliki megara Malaysia dan Brunei,” papar Ariris.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, drone tersebut sore ini rencananya akan dibawa ke Jakarta dan ditempatkan di Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Dislitbangal).

Berita Terkait

Qualcomm Akan Buat Drone Lebih Murah dari Ponsel

Sadis, Ini Video Latihan TNI Indonesia yang Diliput Media Luar

Tolak Memata-matai Warga Palestina, Puluhan Tentara di Pecat Militer Israel