Charlie Heboh Bikin Gempar, Ini Komentar Mengecewakan Kabag Penum Mabes Polri

104

Charlie Heboh – Indonesia digemparkan dengan majalah yang terang-terangan menghina sebuah agama. Majalah yang serupa dengan surat kabar mingguan kontroversial terbitan Prancis Charlie Hebdo ini mengusung antireligius dan mengaku melawan radikalisme di agama Islam.

Dalam gambar itu terlihat seorang pria berjanggut terlihat sedang memperkosa seorang anak kecil yang disimbolkan dengan perempuan berambut kepang lengkap dengan tas sekolah dan sebuah boneka.

“Ana cuma menjalankan sunnah nabi,” ucap pria yang ditampilkan dalam laman sampul Charlie Heboh.

Mengenai hal ini, keluarlah petisi untuk penolakan terhadap akun Charlie Heboh dan meminta agar segera pelakunya ditangkap. Dalam situs Change.org terlihat dalam waktu 12 jam saja petisi tersebut telah mendapatkan 2.000 dukungan. Dalam keterangannya petisi yang dibuat oleh Rizqi Awal, Pengurus Yayasan Majelis Dakwah Islam itu pun meminta agar polisi segera turun tangan dan menangkap pembuat majalah yang membuat resah tersebut.

Mabes Polri belum bisa dimintai komentarnya terkait petisi yang meminta ditangkapnya pembuat Charlie Heboh yang meresahkan masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama muslim. “Maaf saya belum bisa berkomentar. Ini saya juga dipanggil rapat. Mungkin mau bahas soal itu,” kata Kabag Penum Kombes Pol Suharsono kepada wartawan  Bintang, Dadan Eka Permana, di kantornya, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengecam tampilan tabloid Charlie Heboh, yang muncul di tengah suasana kondusif kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dikatakan Saleh, situasi sosial politik di tingkat global saat ini sedang labil. Ada banyak persoalan dunia disangkutpautkan dengan agama. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terpancing dengan aksi provokatif seperti yang ditampilkan Charlie Heboh.

“Saya melihat, karikatur charlie heboh itu juga bagian dari tindakan provokasi. Targetnya, merusak kerukunan yang sudah baik di Indonesia. Tindakan seperti itu tentu tidak baik dan harus ditentang,” kata Saleh, menjawab JPNN.com pada Minggu (3/4).

Saleh meminta pihak kepolisian mengusut dan menelusuri para pembuatnya. Perlu ditanyakan maksud dan niatan mereka melalui Charlie Heboh tersebut.

“Jangan sampai seperti judulnya, hanya untuk membuat kehebohan dan kegaduhan. Pihak kepolisian saya kira bisa langsung bergerak melacak para pembuatnya,” pinta politikus PAN tersebut.

Ia menambahkan, selain menimbulkan kegelisahan serta melakukan perbuatan tidak menyenangkan, para pelaku bisa dijerat dengan beberapa UU. Salah satunya adalah UU ITE.

“Ada juga pelanggaran terhadap UU No. 1 PNPS tahun 1965 tentang penodaan agama. Aturan-aturan tersebut sudah cukup untuk menjerat para pelakunya,” pungkas politikus asal Sumatera Utara itu.

Berita Terkait

Charlie Hebdo Umumkan Hiatus Saat Edisi Terbaru Charlie Hebdo Ludes Terjual

Polisi Bunuh Diri Karna Selidiki Kasus Charlie Hebdo

Presiden Turki Menuding Barat Berada di Balik Serangan Charlie Hebdo