Rekor Dunia Dipecahkan Kopassus, 55 Balok Es Patah Dengan Kepala

Kopassus – Pasukan Elite Dunia mampu disandang oleh Komando Pasukan Khusus biasa disingkat menjadi Kopassus yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Bukan tanpa alasan Kopassus yang memulai dari titik nol kini menjelma menjadi pasukan elite dunia.

Pertahanan fisik yang luar biasa serta bela diri yang tidak diragukan menjadi kunci Kopassus menjadi pasukan elite dunia. Seperti baru-baru ini dilakukan oleh Sertu Dwi Andi (39), prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup Dua Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo, memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) pada Senin (4/4/2016) siang. Rekor dunia yang dipecahkan adalah mematahkan 55 balok es dengan kepala dalam waktu satu menit.

Prajurit asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu mematahkan balok es dengan kepala tanpa bantuan apa pun. Balok es dengan tebal puluhan sentimeter ditata rapi pada tempat yang sudah disediakan di Lapangan Bhirawayuda Kopassus dan kemudian satu per satu dipatahkan menggunakan kepala sang prajurit hingga semuanya terbelah menjadi dua.

Kemampuan mematahkan balok es dengan jumlah yang sangat banyak tersebut memang menjadi perhatian bagi setiap orang yang datang ke lokasi. Sebab, hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa adanya pengalaman dan juga latihan yang dilakukan oleh orang yang melakukannya.

“Sebelum memecahkan rekor kali ini, saya melewati latihan selama berbulan-bulan dengan materi yang berbeda dan ternyata saya berhasil,” ucap Dwi Andi kepada KORAN SINDO.

Ia menambahkan, pematahan balok es dengan kepala itu tidak ada unsur mistis sama sekali. Hal itu bisa terjadi karena dia memanfaatkan tenaga dalam yang selama ini dia pelajari pada ilmu beladiri merpati putih.

Dengan latihan yang sangat keras, semua bisa terjadi dan pemecahan balok es bisa dilakukan dengan mudah. Ia mengatakan rekor dunia kali ini ia persembahkan untuk Hari Ulang Tahun Kopassus yang ke-64. Selain itu, rekor yang ia pecahkan juga dipersembahkan untuk bangsa, negara, dan juga keluarga yang telah mendukungnya. Tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, pemecahan rekor ini tidak bisa dilakukan.

“Tadi oksigen di badan sempat drop, namun akhirnya bisa mematahkan semua balok es.”

Sementara itu, Senior Manager Museum Rekor Indonesia (Muri) Yusuf Ngadri mengatakan, selama ini belum ada prajurit yang mampu mematahkan 55 balok es dalam waktu satu menit. Maka dari itu, yang bersangkutan berhak mendapatkan penghargaan sebagai pemecah rekor untuk kategori tersebut.

“Sudah  kami cek dan ini pemecahan rekor yang dilakukan oleh Sertu Dwi Andi,” ucapnya.

Kemampuan bela diri anggota Kopassus yang bikin dunia geleng-geleng

Selain mampu membidik sasaran dengan tepat hanya dengan satu peluru, Kopassus juga dibekali dengan bela diri yang diakui oleh dunia. Sebab Jika peluru sudah habis, maka pertempuran akan dilanjutkan dengan pisau bahkan tangan kosong. Hal inilah yang juga menjadi landasan kekuatan Kopassus dibentuk agar tidak ketergantungan oleh senjata.

Ada beberapa bela diri yang dikuasai anggota Kopassus. Pertama adalah Yongmoodo, yang jadi bela diri wajib militer di Indonesia.

Anggota Kopassus juga menguasai seni bela diri Merpati Putih. Dengan pernapasan dan tenaga dalam, mereka membuktikan mampu menembak dan berkelahi dengan mata tertutup. Bahkan naik motor dengan mata ditutup keliling komplek.

Foto : Merdeka.com

Tak cuma itu setiap prajurit mampu mematahkan besi di atas lampu neon. Mematahkan kayu dengan uang kertas dan kemampuan lain di atas manusia normal.

Peragaan ini sering dilakukan para prajurit Kopassus. Banyak prajurit dari negara lain kagum dan heran akan kemampuan yang tak lazim.

Dulu Jokowi saat masih menjadi gubernur DKI Jakarta pernah menyaksikan demo peragaan bela diri Merpati Putih. Jokowi sangat kagum melihatnya. Dia tak heran Kopassus masuk tiga besar pasukan elite dunia.

“Saya nggak meragukan Kopassus sedikit pun. Setelah melihat atraksi di panggung tadi menambah kebanggaan saya. Bukan sebuah hal yang direka-reka, tetapi kalau masuk tiga besar saya tidak kaget kalau tadi merpati putih dengan latihan bisa melakukan hal-hal yang di luar normal kita,” ungkapnya.

Selain Merpati Putih, ada Karate yang sudah dipelajari sejak tahun 1964 di Kopassus. Pelatih pertamanya adalah Anton Lesiangi yang dikirim langsung untuk belajar karate di Jepang.

Berita Terkait

Sadis, Ini Video Latihan TNI Indonesia yang Diliput Media Luar

Rayakan Hari Jadi Kopassus ke- 63, Inilah Misi Yang Buat Kopassus Diakui Dunia

Legenda Sniper Tatang Koswara Wafat di Akhir Acara

Agen Poker