Menlu Pastikan 18 Prajurit Filipina Tewas Bukan Untuk Pembebasan Sandera WNI

87

Abu Sayyaf – Berita mengenai tewasnya 18 pasukan elite Filipina membuat khawatir para keluarga yang saudaranya disandera oleh pihak Abu Sayyaf. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan tidak ada korban, terutama 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf dalam pertempuran 9 jam di Pulau Basilan, Filipina, pada Sabtu, 9 April 2016 kemarin.

Lebih lanjut, menlu Retno Marsudi mengatakan posisi 10 ABK WNI tersebut tidak berada di Basilan ketika pasukan Filipina menyerang kawasan tersebut.

“Dari informasi yang kami peroleh sejauh ini dengan berbagai pihak, termasuk informasi terakhir dengan otoritas di Filipina, 10 WNI tidak berada di wilayah Basilan,” ujar Retno saat menggelar Press Briefing di Kemenlu, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Mengenai hal pembebasan 10 ABK WNI, Menlu Retno mengatakan terus berkomunikasi dari waktu ke waktu dengan Pemerintah Filipina. Koordinasi lintas lembaga pun terus dilakukan.

“Intensifikasi komunikasi dengan otoritas Filipina terus kami lakukan. Koordinasi diantara pihak terkait di Indonesia juga dilakukan terus,” ucap Retno.

Sekedar informasi, tewasnya 18 prajurit Filipina tersebut dalam rangka operasi penangkapan Komandan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.

Informasi tersebut berdasarkan keterangan beberapa pejabat militer yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Isnilon secara terbuka telah menyatakan tergabung dalam kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dia diburu selama bertahun-tahun karena diduga terlibat dalam beberapa aksi terorisme.

Namun, operasi tersebut gagal menangkap atau membunuh Isnilon. Hanya putera Isnilon yang tewas dalam pertempuran itu.

Diketahui, di kubu pemberontak, lima orang tewas, termasuk seorang ekstremis asal Maroko.

Ekstremis itu bernama Mohammad Khattab. Selain itu, sekitar 20 orang pemberontak lainnya terluka.

Sementara itu, selain 18 prajurit yang tewas, ada 53 tentara yang terluka.

Informasi ini diungkapkan juru bicara militer Filemon Tan, Minggu (10/4/2016), seperti dikutip Kantor Berita AP.

Berita Terkait

18 Prajurit Elite Filipina Tewas, Ini Pengakuan Mengerikan Saksi Hidup

18 Prajurit Elite Filipina Tewas, TNI: ‘Kita Punya 1001 Cara Untuk Menang’

Waduh, Ini Harga Tebusan Untuk 10 WNI Yang Di Sandera Abu Sayyaf