Berita Terkini : 3 WNI Sudah Dilepas Kelompok Abu Sayyaf

118

Abu Sayyaf – Berita terbaru mengenai penangkapan 10 WNI oleh tentara Abu Sayyaf kini telah dibebaskan 3 Warga Negara Indonesia pada Selasa (12/4). Ketiga WNI itu merupakan awak kapal MV Massive 6 yang bersama dua warga Myanmar diculik pada 1 April lalu.

Direktur Jenderal Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan kapal Massive 6 dibajak pada 1 April 2016 di perairan Ligitan, Semporna, Malaysia membawa tongkang bermuatan 7.500 ton batu bara.

“Kapal tersebut dibajak dalam pelayaran dengan rute Manila – Tawau dengan membawa tongkang bermuatan 7.500 ton batu bara,” ujarnya,  Rabu (13/4/2016).

Hanya saja, kelompok itu masih menahan empat WN Malaysia yang juga kru MV Massive 6.  “Hingga saat ini, keberadaan empat ABK Malaysia belum dapat diketahui,” sambungnya.

Iqbal menambahkan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah mengirim satuan tugas untuk mengawal ketiga WNI itu. Salah satu tugasnya adalah memastikan hak-hak mereka yang harus dipenuhi pemilik kapal MV Massive 6.

‎”Seperti gaji pokok, biaya kesehatan, tunjangan dan cuti dapat diterima sesuai dengan aturan yang berlaku. Satgas kami juga menyaksikan dan melepas keberangkatan kembali Kapal MV Massive 6 yang bertolak dari Pelabuhan Tawau pada pukul 19.30 waktu setempat,” tuturnya.

 

Ketiga WNI Tetap Bekerja

Ketiga WNI yakni Harwandi (38) warga Jakarta kapten kapal tug boat, Petrus Karel Eduard Kaya (44) awak kapal, warga Surabaya serta Ismail Birahim (22) warga Makassar memilih tetap bertahan di tug boat tempat mereka bekerja.

Mereka bahkan rencananya akan tetap melakukan pengiriman batubara dari Samarinda ke Manila jika pemeriksaan terkait penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf terhadap keempat rekan mereka yang berkewarganeraan Malaysia selesai.

“Rencanya mereka akan tetap bekerja. Mereka akan tetap melakukan pengiriman batubara ke Manila,”  ujar Naafi Rahman.

Sebelumnya yang diduga kelompok Abu Sayyaf membajak kapaltug boat MV Massive pada Jumat (1/4/2016). Kapal berlayar di perairan Ligitan menuju Tawi Tawi Filipina.

Pembajak menculik 4 ABK Warga Negara Malaysia, sedangkan 2 ABK asal Myanmar dan 3 ABK asal Indonesia dilepaskan. Kelima ABK tug boat kembali ke Tawau dan melaporkan kasus tersebut.