Maia Estianty Cerita Saat Dirinya Jadi Korban Pelecehan Seksual Tukang Kebun

175

Maia Estianty – Pelecehan Seksual terjadi dimana-mana entah itu orang biasa atau dikalangan artis. Mengejutkan saat Maia Estianty bercerita megenai dirinya pun ternyata juga menjadi korban pelecehan oleh tukang kebunnya sendiri.

Kejadian tersebut berlangsung saat ia masih duduk di kelas dua SD.

“Saya pernah mengalami pelecehan seksual. Belum sampai pemerkosaan tapi udah masuk pelecehan karena grepe-grepe, dicium. Waktu itu saya nggak ngerti sama sekali,” aku Maia saat ditemui di peluncuran buku Adik Bayi Datang Dari Mana? di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Selasa (19/4).

Maia melanjutkan bahwa hal tersebut terjadi saat ia dititipkan di rumah om-nya. Setelah mendapat perlakuan tak pantas itu, Maia langsung melaporkan hal tersebut pada suster yang merawatnya.

“Waktu itu saya kelas 2 SD, dititipin di rumah Om saya. Setelah digrepe sama tukang kebon, langsung ngomong sama suster yang ada di rumah itu. ‘Sus, Pak itu kok gituin aku ya.’ Baru susternya ngamuk-ngamuk,” lanjut Maia.

Sekitar dua tahun yang lalu, ia menceritakan kisah kurang mengenakkan ini pada sang paman.

“Saya nggak bilang sama Om saya karena bukan warga negara sini. Baru sekitar dua tahun lalu saya bilang: Om saya pernah mengalami gini-gini-gini. Dia ngamuknya udah kayak apaan tahu,” aku ibu dari 3 anak ini.

Untung saja kejadian itu tak membuatnya trauma. Yang ia ingat, sentuhan-sentuhan tak mengenakkan itu seolah-olah hanya sentuhan pada pundak saja.

“Nggak, karena hari itu saya nggak ngerti, nggak diberikan pendidikan seks yang benar. Waktu digrepe-grepe kayak kita dipegang pundak biasa aja karena memang nggak ngerti. Alhamdulilah waktu itu tidak diperkosa. Jadi nggak trauma tapi membekas karena saya punya pengalaman seperti ini,” ucapnya.

Kejadian tersebut membuat Maia selalu waspada dengan para pria yang hendak menggodanya. “Waktu itu tiap ada cowok nyolek saya langsung hajar aja. Kebetulan pernah belajar karate. Cowok nyolek dikit langsung pukul, biarin aja,” kata Maia dengan nadanya yang penuh semangat.

Ia pun berharap kejadian serupa tak akan menghampiri kerabat dekatnya. Ia pun memberikan pemahaman untuk para orangtua agar tetap waspada dengan orang-orang dewasa yang berada di sekitar anak-anak mereka.

“Makanya jangan sampai ponakan saya, temen-temen sekeliling yang punya anak, mengalami hal sama seperti saya. Saya bilang ke orangtuanya untuk hati-hati pada satpam, tukang kebon dan lain-lain,” pungkas Maia.