3 Fakta Wanita Seksi Bakso Djingkrak Sunter Yang Harus Kamu Tahu!

143

Bakso Djingkrak Sunter  – Gerai bakso disalah satu daerah jakarta  mendadak jadi bahan pembicaraan di Twitter. Bakso Djingkrak Sunter, begitu netizen mengabarkan gerai yang baru buka awal pekan ini.

Rata-rata, mereka memperbincangkan keberadaan wanita-wanita ‘bening’ di acara pembukaan gerai itu. Dari sejumlah foto yang diunggah ke twitter tampak sejumlah wanita mengenakan baju outfit warna orange.

Saat pertama kali muncul wanita ini memakai kaos oranye dengan dipadukan rok dan celana pendek. Ternyata kaum hawa ini merupakan pemilik kedai Bakso Djingkrak yang terletak di Jalan Danau Sunter Utara No 27-28, Jakarta Utara.

Apakah ini bagian dari strategi untuk memasarkan dagangan? Mereka menjawab tidak. Hal itu muncul akibat ulah iseng dari pembeli bakso. Berikut 3 Fakta Bakso Djingkrak Sunter

1. Kaos Sering Melorot

Salah satu pemilik, Agnes bercerita awal mula dipilihnya pakaian oranye. Menurutnya, warna tersebut sengaja dipilih karena menyesuaikan dengan dekorasi kedai.

“Nyari baju oranye kan susah, akhirnya kita beli kaos oblong digunting-gunting, kan untuk pakai sekali. Kita enggak beli yang mahal-mahal,” ungkapnya saat ditemui redaksi merdeka, kemarin.

Dalam media sosial beredar luas foto para wanita seksi sedang melayani pemesan. Satu yang menjadi perhatian, ada baju yang sampai melorot saat dikenakan. Apakah itu sengaja?

“Kita melayani, karena gerak sana sini enggak tahunya molor. Kita kan sibuk, keringetan, eh tambah molor. Orang iseng, kita enggak sempat naikin difoto, jadinya begitu,” ujarnya sambil tersenyum.

2. Tidak Mau Dianggap Janda

Agnes tegas menangkis jika berpakaian seksi sebagai jurus untuk menarik pembeli. Baginya, usaha kuliner seperti ini yang utama adalah soal rasa.

“Kita enggak ada maksud sama sekali, semua ada suami. Kita bukan janda, kita hargai suami dan keluarga-keluarganya. Enggak nyangka bisa seperti ini (ramai),” tuturnya.

Pemilik lain Yusi menganggap hal ini justru sebagai anugerah. Awal mula mereka ingin punya usaha karena tak ingin hanya berpangku tangan sama suami.

“Itu anugerah, kebetulan saja. Kita sebetulnya ibu-ibu yang enggak bisa diam berpangku tangan di rumah, mau punya usaha sendiri, dari pada nganggur kan ada kesempatan kita ambil,” imbuhnya.

3. Akan Buka Cabang

Baru sebulan berjualan ternyata peminat Bakso Djingkrak di luar perkiraan. Pembeli membludak sehingga kedai yang hanya ada 7 pegawai kerepotan.

“Ini problem, tapi ramai,” kata Yusi sambil tertawa. Yusi bersama Agnes sudah ancang-ancang untuk membuka cabang di ibu kota yang tempatnya masih dirahasiakan. “Dua bulan lagi kita buka,” tambahnya.

Secara rasa, Yusi menjamin jika bakso ini berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bahan baku yang digunakan memakai ayam dan sapi asli tanpa bahan pengawet.

“Kita kasih harga sesuai sama kantong, kualitas dijaga harganya standar,” tandasnya.