Amokrane Sabet Tewas Ditembak Polisi Diberitakan Media Asing

192

Amokrane Sabet – Kepolisian Bali terpaksa menembak mati Amokrane Sabet (49) lantaran telah menusuk telah menusuk hingga tewas pada seorang petugas kepolisian pada Senin (2/5/2016) . Media asing turut memberitakan insiden ini.

Dengan judul “Bali police shoot dead Frenchman resisting arrest,” kantor berita ternama Prancis, AFP menuliskan bahwa Sabet dikenal sebagaitroublemaker (pembuat onar) di wilayah Bali selatan, tempat pria itu bermukim.

afp

“Sudah ada banyak komplain tentang dia, seperti makan di restoran tanpa membayar, membawa pisau, dan melecehkan polisi, namun tiap kali kami memanggil dia untuk ditanyai, dia tak pernah muncul,” ujar Kabid Humas Polda Bali Komnas Hery Wiyanto kepada AFP, Senin (2/5/2016).

Dalam laporannya, AFP menuliskan, sekitar 40 polisi dan petugas imigrasi datang untuk menangkap pria berumur 49 tahun itu setelah mengetahui bahwa visa turisnya telah berakhir pada September lalu.

Namun saat mereka tiba di kediamannya di Canggu, Sabet muncul dengan menghunus sebilah pisau.

“Salah satu petugas kami mencoba mendekati dia dan menenangkan dia, namun Sabet menikamnya,” imbuh Wiyanto, seraya menambahkan bahwa polisi tersebut tewas akibat luka tusukan.

Dikatakan Wiyanto, polisi kemudian memberikan tembakan peringatan tiga kali namun tidak dipedulikan oleh Sabet. Polisi pun kemudian menembaknya beberapa kali.

Kedutaan Prancis di Jakarta menyatakan telah mendapatkan informasi mengenai kematian Sabet dan tengah melakukan kontak dengan kepolisian RI terkait insiden tersebut.

Nama Sabet pernah tercatat sebagai petarung di Mixed Martial Arts (MMA). Nama bekennya adalah ‘Kiane’ Sabet. Dalam video pertarungan di YouTube, terlihat badannya yang berotot dan gempal. Dia juga kerap bertarung dengan beringas di dalam ring.

Dalam catatan pertarungan yang dikutip dari sherdog.com, dia pernah menang sekali dan kalah tiga kali dalam pertarungan. Belum jelas, bagaimana dia akhirnya bisa berada di Bali.

Namun banyak warga dunia justru bersimpati dengannya. Mereka menilai polisi Indonesia tak berperikemanusiaan sebab Amokrane Sabet tak bersenjata api.

Sebagaimana dilansir sapujagatcom dari Bintang yang mendapat pesan berantai resmi yang memaparkan kronologis kejadian versi polisi. Dari sini kalian bisa menilai, apakah aparat ita sudah bekerja sesuai dengan ketentuan hukum atau tidak.

Berikut ini pesan berantai yang sumbernya langsung dari kepolisian Republik Indonesia selengkapnya bisa lihat di sini