Baca Nih! Kesadisan Pelaku Terhadap Korban Dalam Kasus Yuyun

136

Kasus Yuyun – Siswi SMP 5, Yuyun (14) menjadi korban kebiadapan 14 orang pada Sabtu (2/4/2016) lalu. Yuyun yang baru pulang sekolah, melintas di depan para pelaku yang lagi mabuk minum tuak. Ketika melintas, Yuyun digoda para pelaku. Satu di antara pelaku mendekati Yuyun mencoba memeluknya. Korban berontak atas sikap kasar para berandalan itu.

Rupanya sikap penolakan Yuyun membuat para pelaku emosi dan memukul Yuyun. Beberapa kali tengkuknya dipukul, yang membuat korban terkapar. Ketika itulah, Yuyun diperkosa secara bergiliran berulang kali hingga tewas.

12 dari 14 pelaku telah diringkus dan dinyatakan sebagai tersangka. 2 lainnya masih menjadi buronan. Sedangkan 12 pelaku yang telah ditangkap, dua di antaranya telah menjalani masa persidangan. Kini telah masuk pada agenda penuntutan.

Sementara 10 tersangka sebentar lagi akan ikut mempertanggungjawabkan perbuatanna di meja hijau.

 

Baca Juga:

Kasus Yuyun, Ini 10 Fakta Pelaku Pemerkosaan Yuyun Yang Belum Anda Tahu

Kronologi Yuyun Tewas Diperkosa Oleh 14 Pria, Pelaku Tertawa Saat Diperiksa

 

Dari hasil pemeriksaan aparat Polres Rejang Lebong dan Polsek PUT, pelaku menodai korban hingga menghabisi nyawanya sangat begitu sadis dan tidak manusiawi.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dirmanto menerangkan, pembunuhan itu diawali dari para pelaku yang meminum minuman keras (miras) jenis tuak. Hingga ke-14 pelaku itu mengalami mabuk.

Mereka menenggak miras itu di rumah salah seorang pelaku yang berinisial De (19).

“Sebelum kejadian para tersangka ini mengkonsumsi tuak yang mereka beli di Desa Belumai II, yang kemudian mereka konsumsi bersama-sama,” terang Kapolres.

Usai pesta tuak tersebut, kemudian ke-14 tersangka pergi ke tempat kejadian perkara, yakni di Sawangan antara Dusun 4 dengan Dusun 5 Desa Kasie Kasubun.

Saat itu para tersangka itu tengah nongkrong dengan pengaruh minuman keras jenis tuak. Kebetulan waktu itu korban yang baru pulang sekolah melintas di tempat para tersangka itu nongkrong.

Ketika itulah mulai muncul niat keji dari para pelaku. Korban diseret para tersangka kedalam semak-semak kebun karet, yang tak jauh dari tempat korban ditemukan.

“Sebelum diperkosa dan dibunuh, korban diikat terlebih dahulu oleh para tersangka,” jelas Kapolres.

Usai ikat kemudian korban diperkosa secara bergiliran oleh para tersangka, dimana tersangka pertama yang melakukan pemerkosaan adalah De.

Berdasarkan pengakuan para tersangka pemerkosaan yang dilakukan para tersangka bukan hanya sekali namun satu tersangka bisa dua atau tiga kali.

Ketika itu tersangka De sempat mencekik leher korban.

Para tersangka pun memperkosa korban pun dengan tidak dengan cara manusiawi. Bukan hanya melalui alat kelamin korban, melainkan juga dari anus dan mulut korban. Diduga akibat perbuatan para tersangka tersebut korban langsung meninggal dunia.

Saking kejinya perbuatan para pelaku, saat dilakukan visum atas mayat korban, bagian dalam kelamin dan anus korban sudah menyatu.

Tidak sampai di sana kebiadapan tindakan para pelaku, korban dibuang ke dalam semak yang tak jauh dari kebun karet tempat mereka melakukan perbuatan kejinya itu.

“Dari 12 tersangka yang berhasil diamankan itu, yang pertama diamankan adalah De, To dan Da,” AKBP Dirmanto.

Ketiganya diamankan pada Jumat (8/4) lalu, di kediaman masing-masing.

Dari tiga tersangka itu polisi mendapatkan petunjuk lain dan melakukan pengembangan hingga 9 tersangka lainnya dapat amankan pada Sabtu (9/4).

Lagi-lagi para pelaku dibekuk di kediaman masing-masing dalam waktu yang berbeda.

Pelaku Tertawa Saat Ditahanan

Sungguh biadab 12 pemuda yang sudah ditahan atas tindakan melakukan pemerkosaan terhadap gadis berusia 14 tahun di Bengkulu. Sikap para pelaku tidak menunjukan rasa penyesalan sekalipun mereka telah membunuh korbannya.

“Mulut saja mengatakan menyesal. Tapi kita lihat dari perangai mereka sama sekali tidak menunjukan rasa penyesalan,” kata Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT) Kab Rejanglebong, Bengkulu, Iptu Eka Chandra dalam perbincangan dengan deitkcom, Selasa (3/5/2016).

Eka menceritakan, selama dalam proses pemeriksaan, para pelaku malah menunjukan sikap cuek. Padaahal para pelaku sudah memperkosa korban yang juga siswi SMP kelas I dan sekaligus membunuhnya.

“Mereka ditahanan malah tertawa. Diperiksa juga kelihatan santai. Sama sekali sikapnya tidak menunjukan penyesalan. Saya saja geram melihat perangi mereka,” kata Eka.

Bagaimana tidak geram, sambungnya, di antara mereka juga kalau ditanya berbelit-belit. Ada yang mengaku tak ikut memperkosa.

“Memang mereka itu sama sekali seperti menganggap tak ada masalah. Ya kalau ditanya, jawabannya katanya menyesal. Tapi perangainya selama ditahanan tidak menunjukan penyesalan,” tegas Eka kembali.

Eka menjelaskan, kasus perkosaan ini melibatkan 14 orang pelaku. Mereka rata-rata remaja warga Kecamatan PUT. Mereka melakukan perkosaan pada Senin (4/4) lalu.

“Saat itu mereka lagi mabuk minum tuak. Korban melintas di depan mereka. Lantas digodain. Setelah itu mereka perkosa dan mereka bunuh,” kata Eka. Total ada 14 pelaku pemerkosaan, dan dua pelaku masih diburu.

Agen Poker
Loading...