Kronologi Ayah Keluarkan Otak Anaknya dari Kepala Diduga Kelainan Jiwa - Infotainment News Online Terkini

Headline News

Kronologi Ayah Keluarkan Otak Anaknya dari Kepala Diduga Kelainan Jiwa

on

Pembunuhan Anak – Warga Kecamatan Tamalanrea, Makassar digegerkan dengan seorang ayah bernama Jamaluddin alias Rudding (32) mengeluarkan isi otak anaknya bernama Muhammad Ali (6) hingga terburai di lantai.

Salah satu keluarga pelaku bernama Mardiana (41) mengatakan, Rudding sering shalat tidak menghadap kiblat. Selain itu, Rudding juga sering bicara dan tertawa sendiri.

Mardiana menuturkan, 3 hari sebelum membunuh anaknya, Rudding sudah sering mengetuk pintu rumah tetangganya pada malam hari. Namun para tetangga yang juga keluarga besar Rudding tidak membukakan pintu karena khawatir dengan perubahan sikapnya.

“Keluarganya semuaji itu yang jadi tetangganya. Tapi dia (Rudding) tidak dibukakan pintu karena lain-lain kelakuannya,” ujar Mardiana saat ditemui di Kampung Bulu-bulu, Kapasa Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis (5/5/2016) sore tadi.

Informasi yang dihimpun pojoksulsel Rudding menghabisi nyawa anak kandungnya saat sedang tidur. Rudding membunuh anaknya, Muhammad Ali dengan cara dihantam benda tumpul. Selanjutnya, Ali dianiaya menggunakan tabung gas elpiji 3 Kg.

Dari pengakuan sejumlah keluarganya, Rudding sudah sepekan terakhir mengalami kelainan jiwa. Bahkan 3 hari terakhir, warga Kampung Bulu-bulu, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, ini sudah sering bertingkah aneh.

Pengakuan Rudding Setelah membunuh Anaknya

Pengakuan Jamaluddin alias Rudding (34) belum bisa mengungkap motif di balik pembunuhan anaknya, Muhammad Ali (5). Pasalnya, Rudding mengaku dirasuki setan saat mengeluarkan otak anaknya dari kepala.

Rudding mengaku membunuh anaknya dalam keadaan tidak sadar. Warga Jalan Kampung Bulu-bulu RW 01/RT 05 Bangkala Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar itu, bersumpah di depan polisi sambil membantah perbuatannya.

“Demi Tuhan Pak, saya tidak melakukannya. Saya dirasuki setan Pak,” ujar Rudding di hadapan penyidik Reskrim Polsek Tamalanrea, Makassar, Kamis (5/5/2016).

Diduga, Rudding mengeluarkan otak anaknya dari kepala untuk mengesankan bahwa dia dalam keadaan gila saat membunuh anaknya. Rudding mengeluarkan isi kepala anaknya ketika bocah 5 tahun itu sudah tak bernyawa.

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, warga langsung mengamankan Rudding beberapa saat setelah kejadian.

“Warga mengamankan pelaku dan selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Tamalanrea untuk proses penyidikan selanjutnya,” katanya, Kamis (5/5).

Recommended for you