Honor Selangit Para Dai ‘karbit’

150

Sapujagat.com, Honor selangit para dai ‘karbit’

Belum lama ini ramai dibahas di media sosial artis Oki Setiana Dewi mendapatkan petisi yg memprotes penyebutan gelar ustadzah yg disandang oleh artis yg melejit lewat film Ketika Cinta Bertasbih tersebut. Gelar ustadzah yg disandangkan ke Oki dianggap tak pantas lantaran Oki dianggap belum layak mendapatkan panggilan tersebut.

Tak hanya itu, Oki dianggap pasang tarif terlalu mahal buat aktivitas dakwahnya. Untuk sekali dakwah, penyelenggara harus siap-siap merogoh kocek puluhan juta rupiah, sebuah angka yg lumayan fantastis buat mengundang seorang pendakwah.

Petisi dari Change.org yg dibuat oleh seseorang (yang tidak menyebutkan nama lengkapnya) itu meminta bagi memboikot acara yg dibintangi oleh Oki. Tak cuma itu, pembuat petisi yg menggunakan nama samaran ini menuduh Oki sebagai ustadzah abal-abal.

Dalam tuduhan yg dialamatkan kepada Oki, sang pembuat petisi ini memberikan detail alasan pemboikotan Oki, walau tidak semuanya disertai dengan bukti akurat dan cuma statement sesuatu pihak saja.

Mendapat berbagai serangan tersebut, Oki pun angkat bicara.

“Beberapa hari terakhir ini aku ditanya tanggapan tentang pertanyaan dua teman pada saya. Maaf lahir batin semunya. Doakan aku yg fakir dan bodoh ini menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Oki, Senin 25 April 2016 lalu.

Oki Setiana Dewi mengaku bahwa dirinya tak pernah meminta bagi dipanggil Ustadzah. Ia cuma mempersilakan apabila masyarakat cuma memanggil namanya tampa embel-embel.

“Saya enggak pernah minta dipanggil apapun. Mau panggil aku adik silahkan, kakak, teteh, mba, nama aku atau apapun. Silahkan, toh itu cuma panggilan dari manusia. Saya cuma fokus selalu memperbaiki diri aku dalam semua hal,” ucap Oki Setiana Dewi.

Tak hanya Oki, komplain terhadap pendakwah terkait dengan tarif sebelumnya juga dialami oleh Ustaz Solmed atau Soleh Mahmud. Solmed dianggap terlalu ‘jual mahal’ ketika diundang menjadi juru dakwah kepada para TKI di Hongkong, tahun 2013 lalu.

Solmed pernah diberitakan oleh media lokal Hongkong, seandainya dirinya membatalkan kunjungannya buat memberikan tausiyah kepada para pekerja Indonesia yg berada di Hongkong lantaran tarif yg tak sesuai. Kelompok pengajian Thariqul Jannah mengundang ustad Solmed bagi memberikan tausiyah kepada para pekerja Indonesia yg ada di Hongkong.

Ia membatalkan kunjungannya secara sepihak, karena honor yg diberikan panitia terlalu kecil. Menurut media tersebut, Solmed meminta kenaikan honor menjadi Rp 10 juta, sebelumnya ia menyepakati honor sebesar Rp 6 juta. Karena tak menemui kesepakatan, Solmed pun menetapkan buat tak berangkat.

merdeka.com dalam tematik hari ini mulai mengangkat para dai muda dengan honor tinggi yg pernah menjadi buah bibir masyarakat. Selamat membaca!
Sumber: http://www.merdeka.com
Info Honor selangit para dai ‘karbit’.