4 Fakta Sony Sandra Cabuli 58 Anak di Kediri Yang Harus Kamu Tahu!

311

Sony Sandra – Predator anak asal kediri yang dikenal sebagai pengusaha Sony Sandra alias Koko (60 tahun) sempat ditangkap oleh polisi namun kemudian pelaku memberikan uang damai sebesar 20 juta dan meminta maaf kepada orang tua korban Inggit. Sementara orang tua AK diberi Rp. 60 juta. Mengingat pelaku merupakan bos besar dan tokoh yang berpengaruh di Kediri dan Jawa Timur, ada tekanan dari penyidik Polresta meminta para pelapor untuk mencabut laporannya.

Inilah beberapa Fakta Sony Sandra sang predator anak asal Kediri.

Puluhan Anak Jadi Korban Sony Sandra

Seorang pengusaha, Sony Sandra memperkosa 17 Dari 58 anak di bawah umur di Kediri, namun baru lima anak yang berani melaporkan ke pihak berwajib dan sedang dalam proses pengadilan.

“Dua belas orang hilang. Salah satu korban yang 12 ini sudah melahirkan anak laki-laki. Tapi dia juga udah keluar dari kota Kediri,” kata Perwakilan masyarakat peduli Kediri, Ferdinand Hutahaean, di Hotel Alia Cikini, Senin (16/5).

Ferdinand juga mengatakan bahwa tersangka sempat menyuap semua korbannya dengan uang Rp 50 juta dan sepeda motor agar tidak melaporkan kasusnya atau bersaksi di pengadilan.

“Salah satu mami plus korban bernama IG diduga menerima uang sogokan dari terdakwa Sony untuk keluar dari Kota Kediri. Diduga IG saat ini berada di Kalimantan,” ucap dia.

Sementara Pembina Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI) Betania Eden mengatakan terungkapnya kasus tersebut dikarenakan salah satu korban bernama AK (13) yang saat ini duduk kelas 2 SMP sempat hilang selama 5 hari. (Baca Juga: “Sony Sandra Pengusahan Yang Memperkosa 58 Anak, Begini Cerita Korban“)

“AK ini waktu diperkosa masih duduk di kelas 6 SDN Jagalan V. Dia sempat hilang 5 hari. Korban hilang saat jelang pelaksanaan UN bulan Maret 2015. Sehingga ibu korban melaporkan ke Polres Kota Kediri,” ucap Betania Eden.

Sejak pelaporan dari orangtua korban AK, Polisi setempat lalu menelusuri keberadaan AK tersebut. Sampai akhirnya Polisi menemukan AK di Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri.

“AK sejak ditemukan, ibunya bertanya ke mana dia. Ayu akhirnya mengakui kalau dirinya disetubuhi oleh Koko. Sejak itulah Polisi mencari keberadaan Sony Sandra alias Koko itu. Ternyata Polisi temukan Koko ini di Bandara Juanda,” katanya.

Semenjak saat penangkapan Koko tersebut dia menjalani hukuman penjara. Namun baru Kamis (19/5) pelaku akan menjalani sidang vonis Pengadilan Negeri di kota Kediri.

“Kita berharap tersangka Koko dihukum mati,” tutupnya.

Puluhan Bocah Dicekoki Pil Antihamil & Film Dewasa

Sungguh bejat perbuatan Sony Sandra alias Koko agar seluruh bocah yang telah diperkosanya tidak hamil. Dia memaksa mereka untuk meminum pil antihamil saat dibawa menuju hotel tempatnya melampiaskan napsu bejatnya tersebut.

Hal itu terungkap dari penuturan korban, AK (12) di hadapan media. Dia diajak salah satu rekannya berinisial IG yang juga korban pengusaha kontraktor asal Kediri itu yang berperan sebagai ‘mami’.

AK tidak menyangka akan dibawa ke sebuah hotel, lantas diminta untuk meminum pil hingga membuatnya pusing, lemas, kram hingga ingin muntah. Bahkan, AK dilarang memuntahkannya, jika itu terjadi dia akan dipaksa untuk meminumnya kembali.

“Kalau korbannya ada lima orang. Lima orang itu sekaligus dicabuli dia. Pelaku ini sangat biadab,” kata Perwakilan Masyarakat Peduli Kediri Ferdinand Hutahaean dalam konferensi pers di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin (16/5).

Sebelum melakukan aksinya, pelaku mencabuli seluruh korbannya secara bergantian. Tak hanya itu, dia juga menyetel film porno di sela-sela perbuatan bejatnya tersebut.

Pelaku Selalu Mengakui Dirinya Masih Bujangan

Satu per satu puluhan korban pemerkosaan di Kediri bersuara. Berdasarkan hasil investigasi dan pengakuan korban berinisial AK, dia berkenalan dengan pelaku, Sony Sandra alias Koko, karena dikenalkan oleh ‘mami’ yang juga teman dekat korban (IG).

Dalam perkenalan Sony ke para korbannya, dia selalu mengaku bernama Koko, yang tinggal di Pare Kabupaten Kediri. Pelaku selalu mengakui dirinya masih bujangan.

Cara pelaku mencabuli para korbannya yakni dengan cara sistem Multi Level Marketing (MLM). Korban yang sudah dicabuli oleh pelaku kemudian diminta untuk mengajak temannya lagi yang masih perawan.

Pelaku selalu mengajak korbannya ke hotel Bukit Daun. Di Hotel itu, korban disuruh minum pil antihamil. Ketika pil tersebut mulai beraksi, korban nantinya akan mengalami pusing, badan lemas, tangan dan kaki keram, serta mau muntah.

Korban tidak boleh memuntahkan pil tersebut. Jika terpaksa muntah, korban akan dipaksa minum pil lagi.

Perwakilan Masyarakat Peduli Kediri Ferdinand Hutahaean mengatakan pelaku selalu melakukan pencabulan secara bergiliran, sehingga para korbannya bersama-sama berada dalam kamar hotel tersebut.

“Kalau korbannya ada lima orang. Lima orang itu sekaligus dicabuli dia. Pelaku ini sangat biadab,” kata Ferdinand, Senin (16/5).

Pelaku selalu mencabuli dua atau tiga korban anak di bawah umur dalam satu kamar secara bergantian. Sementara pelaku melakukan aksinya dalam dua tahap atau gelombang dengan diselingi nonton nonton DVD porno.

Untuk menutupi aksi biadabnya, pelaku selalu menyuap para korbannya sejumlah uang Rp 50 juta dan sepeda motor. Bahkan pelaku juga tidak segan-segan mengancam korban dan orang tua korban dengan cara menyebarluaskan foto bugil korban atau dibunuh, jika korbannya berani melapor kepihak berwajib.

“Pelaku (Sony) ini mengancam korban dan orang tua korban untuk tidak melaporkan kepada polisi. Kalau Korban melapor pelaku akan menyebarkan foto bugil korban atau dibunuh,” tutup Ferdinand.

Sony Sandra Cabuli 58 Anak Diduga Terkait dengan Pesugihan

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Jawa Timur, Lily Chodidjah Wahid menduga pelecehan seksual terhadap puluhan anak di bawah umur di Kota Kediri terkait dengan kepercayaan orang tua korban pada ilmu gaib untuk mendapat kekayaan. Lamanya kasus ini terungkap menurutnya bisa jadi salah satu buktinya.

Kasus ini, kata Lily, dilaporkan sejak 14 Juli 2015 lalu, namun tidak juga membuat masyarakat dan penegak hukum bertindak cepat. ( Baca Juga: “Sony Sandra Pengusahan Yang Memperkosa 58 Anak, Begini Cerita Korban“)

“Di Kediri ini masih percaya dengan hal semacam itu (pesugihan), syarat dalam pesugihan ini adalah mereka yang masih perawan untuk diberikan pada yang bisa membayar dengan harga sepadan,” kata Lily di Jakarta Pusat, kemarin.

Kebetulan orang yang diduga menjadi pelaku pencabulan adalah prang kaya terpandang di Kediri yang bernama Sony Sandra alias Koko. Masyarakat yang percaya dengan pesugihan, kata Lily, akan percaya bahwa dengan mengorbankan keperawanan anaknya akan membawa kelancaran rejeki bagi mereka yaitu bayaran yang diberikan oleh pelaku.

Sementara pelaku, tidak akan merasa bersalah karena telah memberikan imbalan untuk korban yang diperkosa. Dalam kasus ini terdapat beberapa korban yang diduga dibayar sebesar 400 ribu sampai 700 ribu rupiah.

Lily menuturkan, para korban dan orang tuanya semula menutupi kejadian ini lantaran sudah menerima uang. Namun salah satu orang tua korban berinisial AK, berani untuk melaporkan hal ini ke Polres Kota Kediri.

Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite III Fahira Idris mengatakan, peristiwa kekerasan seksual ini sudah bukan lagi pemerkosaan melainkan perbudakan seksual yang.

“Kemarahan saya sudah sampai leher, ini masuk dalam pelanggaran HAM berat,” ujarnya.