Inidia Hasil Autopsi Eno Farihah, Pelaku Sempat Tertawa

499

Eno Farihah – Pembunuhan sadis di Tangerang yakni pembunuhan Gagang Cangkul Masuk ke kelamin Eno Farihah dan kesadisan ketiga pelaku ini membuat geram seluruh warga Indonesia. Berdasarkan hasil visum sementara dari RSUD Tangerang Eno Farihah (18) korban pembunuhan cangkul menderita luka di hampir sekujur tubuh Selasa (17/5).

Sebagaimana dilansir Tribunnews, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, mengatakan sesuai pemeriksaan luar ditemukan luka terbuka pada pipi kanan, luka lecet pada pipi kanan korban serta memar pada bibir atas dan bawah.

Baca Lainnya: “Lihat Nih Gambar Rontgen dan Bentuk Cangkul Yang Menewaskan Eno Fariah

Juga ada luka lecet pada leher.Kemudian, luka terbuka dan pendarahan di alat kemaluan yang diakibatkan kekerasan benda tumpul, luka lecet pada dada kiri dan kanan serta pada kedua payudara yang dikelilingi memar melingkar akibat gigitan manusia.

“Hasil autopsi terdapat luka robek di bagian hati sampai ke atas paru-paru dan luka pada rongga dada. Luka diakibatkan 90 persen gagang cangkul masuk ke organ vital korban. Luka dua (payudara) dan leher patah akibat dipukul cangkul,” ujarnya, Selasa (17/5).

Sementara itu, untuk pemeriksaan dalam, di organ bagian dalam korban ditemukan patah tulang pipi kanan berlubang, patah tulang rahang kanan, luka terbuka yang menembus lapisan penutup rongga panggul penggantung urat besar sebelah kanan.

Baca Juga:

Begini Proses Gagang Cangkul Ditusuk dari Kelamin Hingga Tembus ke Hati Eno Fariah

Kronologi Lengkap Sadisnya Pembunuhan Eno Fariah di Tangerang

Ahkirnya Pelaku Pembunuhan Cangkul Dihukum Mati Atau Seumur Hidup

8 Fakta Eno Fariah Dan Wujud Garpu Yang Digunakan Pelaku Untuk Siksa Eno

Kemudian, robeknya hati sampai belakang bawah menembus ke atas dekat rongga dada kanan, robeknya paru-paru kanan bagian atas sampai bawah, pendarahan pada rongga dada 200 cc dan rongga perut 300 cc.

Pelaku Sempat Tertawa

Tanpa menyesali perbuatannya, Para tersangka pembunuhan Eno Farihah (18) sempat tertawa sesaat sebelum menghadiri sesi jumpa pers di Main Hall Mapolda Metro Jaya, pada Selasa (17/5/2016) siang.

Aparat kepolisian berseragam dan membawa senjata segera menegur langsung RAI (16), Rahmat Arifin (23), dan Imam Harpiadi (23).

“Jangan tertawa,” tutur salah seorang aparat kepolisian memakai pelindung kepala dan bersenjata laras panjang itu kepada para pelaku.

Para pelaku memakai baju seragam berwarna oranye dan masker penutup wajah duduk melingkar di salah satu tempat di Main Hall Mapolda Metro Jaya.

Mereka saling berbisik untuk berkomunikasi satu sama lain. Sesekali mereka terdiam dan saling memandang satu sama lain. ( Baca Juga: “Terkuak! Inikah Penulis Status Facebok Eno Parinah ?“)

Rahmat Arifin sempat duduk sambil menekuk kaki, lalu, mengusap mata. Mereka tak dapat leluasa bergerak karena tangan saling diborgol satu sama lain.

Di sekeliling mereka terdapat aparat kepolisian mengawasi. Tak ada kata yang diucapkan oleh para pelaku tersebut.

Rencananya, mereka akan turut dibawa saat rekonstruksi pembunuhan di Mess Karyawan PT Polyta Global Mandiri di Jalan Raya Perancis Pergudangan 8, Dadap, pada Selasa sore.