Sony Sandra Pengusahan Yang Memperkosa 58 Anak, Begini Cerita Korban - Infotainment News Online Terkini

Headline News

Sony Sandra Pengusahan Yang Memperkosa 58 Anak, Begini Cerita Korban

on

Sony Sandra – kasus pemerkosaan terhadap 58 anak di bawah umur di Kediri menyeret nama pengusaha Sony Sandra alias Koko (60 tahun) Hal ini terungkap ke publik secara luas setelah Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan “Brantas” melaporkan kejadian ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Juru Bicara Masyarakat Peduli Kediri, Ferdinand Hutahaen menyebutkan Sony Sandra pernah sesumbar bisa membayar pihak mana pun, termasuk Presiden Joko Widodo.

“Si Soni Sandra memang punya kemampuan finansial yang kuat. Dia bahkan pernah sesumbar semua bisa dia beli, dari mulai hakim, jaksa, polisi, bahkan Jokowi,” kata Juru Bicara Masyarakat Peduli Kediri, Ferdinand Hutahaen, dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/5/2016).

Soni tercatat memiliki jabatan sebagai Direktur Utama PT Triple’s.

Ferdinand menengarai, kekuatan finansial inilah yang membuat kasus-kasus Ferdinand tak pernah mencuat di permukaan. (Baca Juga: “Bagaimana Bisa Sony Sandra Pemerkosa 58 Anak Gadis Hanya Divonis 9 Tahun?“)

“Soni Sandra cukup disegani dan ditakuti. Inilah yang diduga membuatnya diperlakukan khusus oleh kawan-kawan penegak hukum,” ujar Ferdinand.

Soni diketahui sempat menawarkan uang tunai Rp 50 juta dan sepeda motor kepada keluarga AK (13), salah seorang korban. (Baca Juga: “4 Fakta Sony Sandra Cabuli 58 Anak di Kediri Yang Harus Kamu Tahu!“)

Ibu dari AK seorang janda dan bekerja sebagai buruh cuci. Ferdinand mengatakan, semua keluarga korban Soni berasal dari kalangan ekonomi lemah. Kondisi itulah yang diyakini telah membuat banyak keluarga korban enggan menempuh jalur hukum.

Ada 17 bocah perempuan yang tercatat menjadi korban pencabulan yang dilakukan Soni. Tindakan ini umumnya dilakukan pada tahun 2015. Dari 17 kasus itu, lima di antaranya sudah dalam proses pengadilan.

Namun, menurut Ferdinand, 17 kasus itu hanya untuk hal yang dilaporkan dan dengan data korban yang terdeteksi. Ia menyebut, jumlah korban sebenarnya jauh lebih banyak. Ia bahkan menyebut ada 58 korban.

Korban Berinisial AK Bercerita Saat Menjadi Korban

Saat jumpa pers pada Senin (16/5/2016) di Cikini, Jakarta Pusa, korban berinisial AK (14) menginjak kelas II SMP, mengaku dicabuli dan diperkosa Koko saat ia masih kelas 6 SD. Namun masih terekam jelas di ingatannya kejadian nahas yang menimpanya tersebut.

Sebagaimana dilansir fajar, Koko yang memang mengincar calon korbannya, rata-rata masih menginjak SD, kerap melakukan perbuatan bejatnya di hotel. AK bercerita, iadiajak ke hotel oleh temannya bernama Inggit, yang konon juga merupakan korban pencabulan Koko, untuk bertemu dengan Koko di salah satu hotel di Kediri.

“Diajak ke hotel, ketemu sama Om Koko. Yang ngajak Inggit, temenku main. Ditelepon sama IG (inisial), dibilang nemenin IG ke hotel,” cerita AK kepada wartawan dan anggota Komisi VIII yang hadir pada jumpa pers di Jakarta, Senin, (16/5).

Di hotel, AK bertemu dengan Koko. Kemudian ia dipaksa untuk menenggak obat hingga tiga kali. Lalu karena pengaruh obat, dirinya tak kuasa melawan perintah Koko hingga akhirnya ia melucuti seluruh pakaian di tubuhnya.

“Disuruh minum obat, katanya obatnya buat enggak bisa hamil. Dipaksa (oleh Koko). Di hotel disuruh telanjang,” imbuh AK.

Bejatnya, di dalam ruangan hotel itu AK mengaku tak hanya dirinya, tapi juga teman-teman sebaya dirinya yang lain juga diberlakukan sama oleh Koko.

“Ada 3 orang dalam satu ruangan. Disuruh 3 kali minum obat, saat berangkat, di tengah perjalanan sama saat di dalam kamar hotel,” katanya.

Akibat pemerkosaan yang dilakukan kepadanya ditambah lagi pengaruh obat yang ditenggak, AK sempat mengalami hilang ingatan, hingga ia lupa jalan kembali ke rumahnya. Karena ia sempat menghilang, ibu AK yang berprofesi sebagai tukang cuci pakaian lalu melaporkan kehilangan AK ke kantor polisi setempat.

Setelah terkuaknya pengakuan dari AK kepada pihak kepolisian, dan didampingi serta diadvokasi oleh Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan “Brantas” Kediri, Kapolres Kediri memerintahkan menangkap Sony Sandra alias Koko. Pelaku sendiri dikejar hingga ke Surabaya dan ditangkap di Bandara Juanda ketika hendak melarikan diri.

Selain AK, ada juga anak berinisial IG, siswi kelas 2 SMP di Kediri, korban kebejatan Koko. IG yang mengajak AK untuk bertemu Koko di Hotel. Ada lagi anak berinisial FD yang juga baru kelas II SMP. FD sendiri dikenal sebagai “mami” oleh anak-anak seusianya. Karena FD sering dipesan oleh Koko untuk mencari anak dibawah umur yang masih perawan. FD juga sering dicabuli atau istilah para korban di “job/booking” oleh pelaku.

Recommended for you