5 Fakta Kisah Bripka Seladi Pilih Jadi Pemulung Daripada Terima Suap - Infotainment News Online Terkini

Headline News

5 Fakta Kisah Bripka Seladi Pilih Jadi Pemulung Daripada Terima Suap

on

Bripka Seladi – Kisah Inspiratif datang dari salah satu polisi daerah Malang Kota yakni Bripka Seladi. Ia menjadi pengumpul sampah untuk mendapatkan uang sampingan karna tak mau menerima uang suap dari pembuatan SIM.

Sehari-hari, pria 58 tahun ini berdinas di Satuan Lalulintas Polresta Malang. Dia bertugas menguji para pencari Surat Izin Mengemudi (SIM). Selain itu juga mengatur lalu lintas di jalanan Kota Malang.

Namun jika sedang tak bertugas, dia lepas seragam cokelat. Berganti kaos lusuh. Tangan yang biasa mengurai kemacetan jalan itu berganti memilah-pilah sampah. Cekatan.

Sumber Foto: Kompas.com

Bripka Seladi mengaku tak malu menjalani pekerjaan sampingan sebagai pemulung.

“Saya melirik, wah ini rezeki. Jangan dibuang-buang. Buat sampingan tambahan,” kata Seladi.

Berikut adalah 5 Fakta dari Bripka Seladi yang harus kamu tahu.

1. Penghasilan Bripka Saladi

Seladi mulai memungut sampah sejak tahun 2006. Pekerjaan sampingan ini bermula saat dia melihat pemulung memungut sampah di sekitar kantornya.

Dia berpikir itu adalah peluang. Mendapat rezeki di samping gaji bulanan. Dia mengaku penghasilan dari menjual sampah memang tak banyak. Hanya Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu dalam sehari.

“Yang penting halal,” kata Seladi saat diwawancara sebuah media.

Bagi dia, menjadi pemulung tak perlu minder. Itu pula yang dia ajarkan kepada anak-anaknya.

2. Bripka Saladi Dari Ontel Butut Kini Beli Pikap

Saat pertama memulung sampah pada 2006, Seladi memang berkeliling. Memungut dari bak-bak sampah. Saat memulung itu, dia mengendarai sepeda ontel butut yang dia beli pada 1978, saat pertama dia menjadi polisi.

Namun sejak 2008, dia sudah mulai jarang “turun gunung”. Dia mulai mengepul sampah dari pemulung-pemulung lain.

Dan kini, dari para pemulung itu, saban hari dia mampu mengangkut satu pikap sampahuntuk dijual. Mobil itu dia beli dari hasil memungut sampah.

3. Bripka Saladi Menumpang

Seladi mengepul sampah-sampah dari para pemulung di sebuah gudang, yang terletak di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dia pakai untuk mengumpulkan sampah.

Gudang yang hanya berjarak 100 meter dari kantornya itu dia dapat dari seorang teman. Bukan dibeli, melainkan hanya dipinjamkan saja.

4. Bripka Saladi Polisi Jujur Tanpa Suap

Seladi menjadi polisi sejak 1978. Pria kelahiran Dampit, Kabupaten Malang, ini dikenal sebagai polisi jujur. Tak mempan disuap.

Seladi memang tak menampik ada saja orang yang berusaha memberi “hadiah” terkait tugasnya sebagai polisi. Dia juga sadar dengan anggapan masyarakat terhadap polisi terkait suap.

Tapi dia tegaskan tak tergiur. Pria Lulusan SMEA ini bahkan tak segan memerintah anaknya untuk mengembalikan “hadiah”, jika diberikan di rumah.

5. Pernah Memiliki Hutang Rp 150 Juta

Berita tentang Bripka Seladi, anggota Polres Malang Kota yang memiliki bisnis sampingan sampah mendapatkan reaksi dari beberapa pihak.

Hal itu pula membuat Seladi dipanggil pimpinannya di Mapolres Malang Kota.

Kamis (19/5/2016) pagi, Wakapolres Malang Kota Kompol Dewa Putu Eka memanggil Seladi dan berbincang dengannya.

“Ya tadi pagi, saya dipanggil pimpinan, Pak Waka. Beliau tanya tentang kenapa saya punya sampingan ini, ya saya jawab apa adanya,” ujar Seladi kepada SURYA.co.id di depan gudang sampahnya di Jalan Dr Wahidin Kecamatan Klojen Kota Malang.

Seladi menceritakan jika dirinya terhimpit kebutuhan ekonomi.

Tetapi, ia tidak mau mencari tambahan pendapatan dengan memanfaatkan pekerjaannya sebagai polisi.

Ia bercerita, bertahun-tahun lalu, memiliki utang sebesar Rp 150 juta.

Ia ketika itu sudah memiliki bisnis sampingan yakni jual beli barang.

“Barang yang saya jual, macam-macam, ada mebel juga televisi. Kemudian saya ditipu orang, barang dibawa tetapi tidak dibayar,” ujarnya.
Padahal untuk itu, ia harus memodalinya dengan meminjam ke koperasi kepolisian.

Sampai akhirnya, ia memilih sampah sebagai ladang bisnisnya.

Berita Terkait

Kisah Inspiratif Ibu Buta Gendong Bayi Sambil Jual Sapu Jadi Viral Di Medsos

Kisah Nyata, Mbah Jhum Penjual Sayur Beramal Setiap Hari

Kisah Polisi Tolong Ibu Iyah Yang Masak Batu Untuk 7 Putrinya Karna Tak Ada Makanan

Recommended for you