Bagaimana Bisa Sony Sandra Pemerkosa 58 Anak Gadis Hanya Divonis 9 Tahun?

150

Sony Sandra – Predator anak asal kediri hanya di vonis 9 tahun penjara dan denda Rp 250 juta, subsider 4 bulan penjara oleh mejelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kediri yang diketuai Purnomo Amin Tjahyo.. Keputusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut penjara 13 tahun.

Sebagaimana dilansir sapujagatcom dari Republika (20/5), Hakim menetapkan masa penangkapan dan penahanan mengurangi lamanya pidana yang dikenakan. Sony juga dibebani biaya perkara Rp 5 ribu. “Tidak ada intervensi dari pihak manapun menjelang persidangan, handphone saya matikan sejak kemarin,” kata Purnomo sesaat sebelum persidangan dimulai.

Majelis hakim menyatakan Sony Sandra terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan untuk membujuk anak melakukan persetubuhan. Vonis didasarkan atas Pasal 81 ayat 2 UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak jucto pasal 65 ayat 1 KUHP.

sumber foto: republika.com

Majelis hakim mempertimbangkan efek jera tidak harus dengan pidana yang berat. Tetapi kehadiran di setiap persidangan sudah membawa efek psikologis bagi terdakwa.

Hal yang meringankan vonis adalah usia terdakwa yang sudah tua dan sakit-sakitan. Ia diketahui mengidap penyakit jantung dan harus mengonsumsi obat-obatan secara rutin. Atas putusan vonis hari ini Sony menyatakan pikir-pikir.

Analis politik dan HAM Tidak Terima Putusan Hakim

Analis politik dan HAM dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga berpendapat putusan PN Kediri hanya menghukum pemerkosa 58 perempuan yang sebagian besar dikategorikan sebagai anak, sama sekali tidak logis dan bertendensi mengabaikan HAM, khususnya para korban.

“Ditenengarai ada campur tangan oknum  elit politik baik nasional dan daerah dalam mempengaruhi putusan hakim tersebut, apalagi sang pengusaha tersebut cukup berpengaruh di Kediri dan Jawa Timur,” kata Andy kepada redaksi, Kamis (19/5).

Jelas dia, sangat miris sekali di tengah-tengah usaha Pemerintah Jokowi dalam memerangi kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak, PN Kediri malah menoreh sejarah kelam dalam mengeluarkan putusan yang ringan terhadap pelaku kejahatan seksual yang korbannya puluhan orang.

“Menurut catatan kami, kasus ini merupakan kasus kejahatan seksual yang terbesar di Indonesia dengan pelaku tunggala dan korbannya sangat banyak. Hukuman maksimal seperti hukuman seumur hidup perlu diambil, agar para penjahat seksual seperti oknum pengusaha tersebut jera melakukan perbuatan tercela tersebut,” papar Andy.

Pihaknya pun mendesak agar Komisi Yudisial dan Badan Pengawasan Mahkamah Agung agar turun tangan melakukan penyelidikan terhadap putusan para Hakim PN Kediri tersebut. Sidang itu dipimpin majelis hakim Purnomo Amin dan anggota satu Rahmawati serta anggota dua Saru Swastika Rini.

“Kami juga mendesak agar Kejari Kediri untuk segera membuat memori banding atas putusan PN Kediri tersebut,” tukas Andy.

Berita Terkait

4 Fakta Sony Sandra Cabuli 58 Anak di Kediri Yang Harus Kamu Tahu!

Terkuak! Sony Sandra Cabuli 58 Anak Diduga Terkait dengan Pesugihan

Sony Sandra Pengusahan Yang Memperkosa 58 Anak, Begini Cerita Korban