Pembunuh Eno Mati Dikeroyok Ditahanan? Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

548

Eno Parinah – Berhembus kabar bahwa ketiga pembunuh Eno tewas di keroyok oleh tahanan lain, benarkah demikian? dan apa penyebab sampai dikeroyok sampai mati?

Selama di tahanan Polda Metro Jaya ketiga pembunuh Eno Parinah ditempatkan di sel khusus. Ketiganya ditempatkan satu sel agar lebih aman dan terhindar dari aksi kekerasan tahanan lain.

“Isu katanya mereka (tiga pembunuh Enno) itu dikeroyok sampai mati (di tahanan) itu tidak benar,” ujar Direktur Tahanan Dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas pada wartawan, Jumat (20/5/2016).

Menurutnya, selama di tahanan, ketiganya baik-baik saja dan tak ada satu pun orang yang berani mencolek-colek ketiga tahanan itu. Sebab, polisi selalu melakukan pengawasan tiga tahanan yang telah melakukan pembunuhannya secara sadis itu.

“Saat ini, kondisi mereka baik-baik saja, aman, tak ada yang mencoleknya, baik tahanan dan petugas. Mereka kami tempatkan di satu sel khusus,” tuturnya.

Barnabas menambahkan, ketiganya ditempatkan di sel khusus untuk mempermudah penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan pada ketiga tersangka itu.

Pasalnya, penyidik masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Langkah itu juga untuk memberikan rasa aman pada tiga pelaku tersebut.

Khofifah Di Teriaki ‘Hukum Mati’

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa tiba di rumah keluarga korban pembunuhan sadis karyawati pabrik, Eno Parinah (18) seketika itu puluhan warga berteriak ‘Hukum Mati!’ berkali-kali.

Beberapa warga juga membawa spanduk dan papan tulis yang bertuliskan, ‘Kami Keluarganya Alm. Eno Parinah Menuntut Para Pelaku Hukuman Mati” dan “Stop Kekerasan Pada Kaum Hawa”.

Khofifah tiba di Jalan Puser, RT 12 RW 3, Kampung Bangkir, Desa Pegandikan, Lebak Wangi, Serang, itu pukul 19.30 WIB. Sambil diiringi warga, Khofifah berjalan menuju kediaman Eno dan menyalami keluarga sambil memberikan ucapan sungkawa.

“Bapak dan ibu, hari ini merupakan hari ketujuh kita semua ditinggalkan oleh ananda Eno Farihah. Ini adalah panggilan yang Allah berikan kepada hamba yang dicintai,” kata Khofifah kepada keluarga korban pada Jumat 20 Mei 2016.

Khofifah mengatakan, Eno adalah anak yang salehah. Hal itu dinilai Khofifah dari kepedulian Eno yang tetap ingin membantu keuangan keluarganya di semasa hidupnya. “Hasil kerja Eno itu dibagi ke adik-adiknya karena ingin membantu keluarganya,” ujar Khofifah.

Dalam kunjungannya itu, Khofifah memimpin doa tahlilan untuk mendoakan arwah Eno. Terlihat Khofifah sampai meneteskan air mata saat mengucapkan doa. Ia berharap Eno bisa dikumpulkan oleh-Nya dengan orang orang yang saleh, serta salehah. “Semoga selalu menjadi kebanggaan kedua orang tua,” kata Khofifah.

Tak lama kemudian, Khofifah ditemani keluarga Eno, menaburkan bunga di makam karyawati pabrik itu yang letaknya sekitar 50 meter dari kediaman Eno. Di akhir kunjungannya, Khofifah memberikan uang sebesar Rp 15 juta sebagai rasa belasungkawa kepada keluarga korban. “Itu bukan santunan, tapi rasa kami berduka, serta rasa kami berbelasungkawa pada keluarga almarhumah, karena masih ada tahlil dan lain-lain,” ujar Khofifah.

Baca Juga:

Lihat Nih Gambar Rontgen dan Bentuk Cangkul Yang Menewaskan Eno Fariah

Begini Proses Gagang Cangkul Ditusuk dari Kelamin Hingga Tembus ke Hati Eno Fariah

Terkuak! Inikah Penulis Status Facebok Eno Parinah ?