Siswi SD di Semarang Kena Penyakit Menular Karna Diperkosa 21 Pria

134

Siswi SD di Semarang – Terulang kembali pemerkosaan anak dibawah umur yang dilakukan oleh 21 pria terhadap siswi SD di Semarang berinisial SR (12). Korban SR siswi kelas 6 SD di Penggaron, Pedurungan dipaksa mengonsumsi pil koplo jenis Trihexyphenidyl sebelum 21 pria mencabulinya.

Akibat kejadian ini, selain jiwanya tertekan, Sr juga terjangkit penyakit kelamin menular. Aksi pemerkosaan massal itu dialami korban sebanyak tiga kali di tempat yang berbeda dalam sepekan. Kali pertama terjadi pada Sabtu (7/5) sekitar pukul 00.00 di sebuah gubuk persawahan. Pelakunya diduga berjumlah 7 orang.

Berikutnya, pada Kamis (12/5) lalu, korban kembali diperkosa di dekat depo pasir. Kali ini, diduga pelakunya 12 pemuda. Dan, yang terakhir dilakukan pada Sabtu (14/5) lalu, yang diduga dilakukan 2 pemuda di sebuah gubuk pembuatan batu bata merah.

Sumber Foto: pojoksatu.id

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin berjanji jajarannya akan mengejar kelompok pelaku pemerkosaan gadis 12 tahun yang menyebabkan korban trauma dan sakit. Dengan geram Burhanudin mengatakan pihaknya akan segera bertindak.

“Kejar (pelaku) sampai titik darah penghabisan!” tegas Burhanudin usai menghadiri acara koordinasi di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (30/5/2016).

Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang, AKP Kumarsini, mengaku, telah mendapat laporan adanya dugaan pemerkosaan tersebut.

Menurutnya, laporan itu datang langsung dari pihak keluarga korban. ”Ini baru saja bapaknya melapor,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (30/5).

Terkait kronologi dan banyaknya pelaku, Kumarsini masih enggan memberikan keterangan secara detail. Namun demikian, dalam pelaporan yang diterimanya, peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (14/5) lalu. (Baca Juga: “Gadis 12 Tahun Dicabuli 21 Pria Bernama Gang Rape Di Semarang“)

”Kalau menurut keterangan dari versi pelapor, kejadiannya si korban dibawa ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) lalu disetubuhi,” ujarnya.

Sedangkan TKP yang dimaksud, Kumarsini juga belum bersedia menyebutkan secara detail. Pasalnya, saat korban diminta menunjukkan lokasi pemerkosaan, masih kebingungan untuk menjelaskan.

”Sudah dikeler TKP-nya nggak ketemu. Masih peteng (gelap), Mas. Ini kami masih lidik-lidik (melakukan penyelidikan) untuk laporan tersebut,” tandas Kumarsini.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait sempat menjenguk korban dan ayahnya. Korban diintimidasi oleh pelaku sehingga peristiwa nahas itu berulang dan korban tak bisa melawan.

“Itu dalam beberapa hari, jadi diintimidasi oleh pelaku. Namanya ‘Gang Rape’,” kata Arist.