Luis Salom Meninggal, Ini Penjelasan Tim Medis MotoGP

136

Luis Salom – Pembalap Spanyol meninggal saat latihan bebas, di sirkuit Catalunya, Jumat (3/6/2016). Diketahui pembalap tersebut adalah Luis Salom. Dihimpun dari berbagai sumber, Salom merupakan pembalap muda yang punya talenta besar di lintasan Moto2. Lahir di Palma de Mallorca pada tanggal 7 Agustus 1991, dia harus mengakhiri kariernya di lintasan balap.

Seperti dilansir dalam rekaman video kecelakaan Salom yang diunggah Marca, kecelakaan bermula ketika pembalap Spanyol 24 tahun memasuki tikungan ke-12. Tetapi, motor yang dikemudikannya tampak tidak mampu diajak bermanuver.

Setelah itu terlihat motor joki dari Tim SAG-Kalex tersebut malah nyelonong dengan kecepatan tinggi. Lantas menghantam dinding pengaman tikungan 12 di Sirkuit Catalunya.

Baca Juga: Video Luis Salom Kecelakaan Maut di Catalunya, Nabrak Tembok

Sebetulnya, Luis Salom telah melepas motornya yang tak mampu dikendalikan di tikungan. Sayangnya, Salom meluncur tepat ke arah motor sehingga tubuhnya menghantam motornya sendiri.

Segera setelah kejadian, sesi dihentikan dan Salom mendapatkan penanganan medis. Dalam pernyataannya, tim medis MotoGP mengungkapkan bahwa Salom sudah mengalami gagal jantung sejak mengalami insiden tersebut dan berupaya diselamatkan sepanjang jalan menuju Hospital General de Catalunya.

Denyut jantung tetap tak terdeteksi atau mengalami asystolic. Pebalap 24 tahun itu kemudian langsung menjalani prosedur operasi eksplorasi di rumah sakit. Namun nyawanya tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.55 waktu Barcelona, 45 menit sejak datang ke rumah sakit.

Berikut adalah pernyataan tim medis yang ditulis oleh Dr.Angel Charte, sebagaimana dilansir Crash.

“Hari ini (Jumat), tim medis dari kejuaraan dunia MotoGP mencapai lokasi kejadian dari insiden yang melibatkan Luis Salom di tikungan 12, dalam sesi latihan bebas kedua untuk Moto2 di Circuit de Barcelona-Catalunya.”

“Saat datang, rider dalam keadaan mengalami gagal jantung. Mempertimbangkan parahnya kondisinya, tim medis memulai dengan mengamankan saluran udara melalui intubasi orotracheal dan cardiopulmonary resuscitation (CPR) di sisi lintasan.”

“Dia kemudian diamankan dengan sebuah penyangga leher dan staf medis lantas memasang dua jalur intravena dan melanjutkan kompresi dada. Sejak tiba di lokasi, dengan cepat diketahui bahwa Salom mengalami asystolic.”

“Dia lalu diberikan obat-obatan untuk cardiopulmonary dan hemodinamik untuk menstabilkan dia. CPR dilanjutkan di sisi lintasan selama 18 menit, tapi mempertimbangkan kondisi mengancam nyawa Salom, keputusan diambil untuk membawanya melalui jalur darat dengan ambulans.”

“Penanganan dilanjutkan selama 40 menit berikutnya selama transfer menggunakan ambulans, tapi saturasi oksigen memburuk. Tim medis melanjutkan dengan jarum thoracostomy bilateral dengan aspirasi udara dan darah.”

“Selama transfer, mereka sudah memberitahu tim ICU di Hospital General de Catalunya tentang evolusi keadaan Salom. Salom tiba di rumah sakit pada 16.10 dan langsung dipindahkan ke bangsal darurat di mana CPR dilanjutkan oleh tim medis setempat.”

“Saat di rumah sakit, Salom dipindahkan ke ruang operasi untuk menjalani laparotomy dari tim bedah. Pasien kemudian dinyatakan meninggal pada 16.55. Baik prosedur evakuasi di sirkuit, pemindahan ke rumah sakit, dan penerimaan di rumah sakit telah dilakukan dengan standar tertinggi.”

https://youtu.be/D3CO3VzKV-g