Kicak, Jajan Khas Kauman Yang Muncul Saat Bulan Ramadhan

90

Sapujagat.com, Kicak, Jajan Khas Kauman yang Muncul Saat Bulan Ramadhan

SAAT bulan Ramadhan tiba, mulai banyak bermunculan kuliner yg cuma mampu Anda temui pada bulan tersebut. Di Yogyakarta pun juga ada kuliner yg muncul setahun sekali, yakni kicak.

Anda cuma dapat menemukan makanan ini di kawasan Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. Di kawasan ini, setiap bulan puasa, ada pasar sore Ramadhan dan Anda dapat mendapatkan kicak di sana.

Di pasar sore Ramadan ini, banyak yg menjajakan kicak, dan salah satunya adalah Fita (34). Ia menuturkan kicak terbuat dari jadah (ketan yg ditumbuk halus), gula, parutan kelapa, nangka, pandan dan vanili.

Bahan–bahan ini kemudian dicampur menjadi sesuatu dan dikukus. Rasa kicak ini lembut dan manis. Taburan parutan kelapa tidak mengurangi rasa asin dan gurih dengan aroma buah nangka dan pandan.

Karena rasanya manis dan mengenyangkan sehingga makanan ini tepat buat mengganti energi setelah seharian berpuasa.

“Ini memang menjadi makanan khas Kauman ketika Ramadhan. Ibu lalu yg membuat dan berjualan kicak, sekarang aku yg meneruskan ketika Ramadan tiba,” jelas Fita.

Selain rasanya yg mantap, harganya pun sangat bersahabat. Fita menjual kicak cuma dengan harga Rp 2.000 tiap bungkusnya. Maka tidak heran jajanan ini banyak diburu masyarakat.

Selain kicak, ada juga beragam jajanan pasar khas Jawa, sperti clorot, carang gesing, garang asem, martabak, tahu, sus, agar-agar, hingga aneka minuman segar bagi buka puasa.

Tidak cuma jajanan sejumlah lauk seperti aneka pepes ikan, udang goreng tepung, berbagai sayur juga tersedia di sini.

Pasar sore yg menempati gang dengan lebar kurang lebih beberapa meter dan panjang 150 meter tersebut sudah ada sejak awal tahun 90-an.

Awalnnya cuma tiga orang yg menjajakan lauk pauk disore hari pada bulan Ramadan

Muhammad Chawari, koordinator Pasar Sore Kauman menjelaskan, pasar sore ini berawal dari tiga orang yg memang tiap harinya berjualan sayur dan lauk pauk.

Dan, pada bulan puasa ketiga orang tersebut menggelar dagangannya akan sore hari.

“Karena dagangan yg mereka jual ketika Ramadan laris, kemudian akan dua orang mengikuti buat berjualan pada sore hari selama Ramadan,” terang Chawari.

Sebelum tahun 1990 pasar sore Ramadan Kauman belum dikelola, baru pada awal 90-an warga RW 10 Kauman mengelola pasar tersebut.

“Awalnya warga berjalan sendiri-sendiri buat berjualan. Ibu-ibu memasang lapaknya sendiri, kalian tak tega melihat ibu-ibu memasang tenda buat berjualan. Maka kalian berinisiatif buat mengelolanya secara lebih baik,” terang Chawari.

Pasar Sore Ramadan Kauman dikelola oleh warga RW 10 Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.

Setiap tahunnya terdapat kurang lebih 55 pedagang yg berjualan di Pasar Sore Ramadan Kauman. (Tribun Jogja/Hamim Thohari)

Sumber: http://travel.kompas.com
Kicak, Jajan Khas Kauman yang Muncul Saat Bulan Ramadhan.di Sapujagat JagatWisata

Agen Poker
Loading...