Lezatnya Bubur India Ini Hanya Ada Di Masjid Pekojan Semarang

125

Sapujagat.com, Lezatnya Bubur India Ini Hanya Ada di Masjid Pekojan Semarang

SEMARANG, KOMPAS.com – Berbagai daerah mengeluarkan keunikannya di bulan Ramadhan, tidak terkecuali salah sesuatu daerah di Semarang, Jawa Tengah, yg memiliki hidangan khas berbuka sejak ratusan tahun lalu.

Bubur India, hidangan khas yg dibawa oleh para pedagang Gujarat ini sudah ada ratusan tahun di Kampung Pekojan, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah. Untuk melestarikannya, Masjid Jami Pekojan menyediakan 200 porsi lebih bubur tersebut sebagai hidangan resmi berbuka puasa.

Ahmad Ali, laki-laki berusia 46 tahun ini dipercaya menjadi salah sesuatu pewaris menu tradisional di Masjid Jami Pekojan. Ia yaitu pewaris generasi keempat yg dipercaya meneruskan resep tradisional bubur india di Pekojan Semarang.

Ketika ditanya perihal keturunan, pria berparas Pakistan tersebut menyampaikan masih ada garis keturunan segera dari pedagang yg menyebarkan Islam di Pekojan. Namun tak tahu persis dari Koja, atau Gujarat, karena ketika itu melebur memperkenalkan bubur tradisional tersebut ke Indonesia.

“Dahulu dibawa ketika berdagang sama lima orang pedagang India. Lalu pribumi dilatih oleh pedagang tersebut yg berjualan permata dan batuan berharga yang lain di sini,” ujar Ali kepada KompasTravel ketika dikunjungi, Sabtu (11/6/2016).

Setiap harinya, Ali bersama dua takmir masjid membuat bubur tersebut akan pukul 13.00 – 16.00 WIB. Membutuhkan delapan macam rempah, dan 20 kilogram beras setiap harinya. Tak kurang dari 300 porsi ia untuk setiap harinya, buat berbuka di masjid dan dibawa pulang wisatawan atau tamu masjid.

Ia mengatakan, salah sesuatu kunci kekhasannya ialah ramuan rempah tradisional India yg selalu ia jaga. Di antaranya, jahe, bawang, kapulaga, cengkeh, kayu manis, pandan, serai, dan santan kelapa dicampur ke dalam adukan beras.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Ahmad generasi ke lima, pembuat hidangan khas Bubur India di Masjid Pekojan Semarang.

Wangi rempahnya pun menyeruak saat azan maghrib cuma kurang dua menit saja. Perut yg telah tidak sabar, terobati saat menyantap bubur kaya rasa ini.

Salah sesuatu yg unik ialah penggunaan pandan, sehingga Anda mulai mencium wanginya berbaur dengan rempah yang lain saat dimakan.

Tekstur buburnya yg kasar dengan campuran banyak rempah terasa sangat pas, tidak heran bubur ini kuat hinga 24 jam.

“Selain rasa, rempah juga fungsinya supaya bubur awet. Apalagi teksturnya engga cair. Jadi kadang dibawa ke mana-mana juga kuat sampai besok,” ujar Ali.

Bubur India disajikan dengan beragam lauk yg berganti-ganti di tiap harinya. Saat KompasTravel berkunjung, Sabtu (11/6/2016), bubur dipadukan dengan bistik telur dan kentang. Sedangkan di hari lainnya terdapat kari, sambal goreng rambak, gulai ayam, dan gulai kambing.

Selain rempah, tungku dari kayu sebagai alat masak dan bahan bakar pun menjadi ciri khas yg menghasilkan rasa otentik. Ali menyampaikan meski memasak menjadi lebih lama, tetapi tungku kayu tetap dipertahankan karena tak mengeluarkan bau ke masakan.

“Pakai tungku kayu, buatnya selama tiga jam akan pukul 13.00-16.00 WIB sore,” ujarnya.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Masjid Jami Pekojan, Semarang, yg berada di lingkungan Pecinaan Semarang. Masjid ini berdiri sejak ratusan tahu dulu oleh pedagang dari Koja, atau Gudjarat.

Selain bagi berbuka, ia menyampaikan banyak masyarakat yg membawa pulang hidangan tersebut. Bahkan tamu masjid banyak juga dari luar kota yg sengaja penasaran ingin mencicipi kenikmatan bubur ini.

“Dari akan yg ibu-ibu yg ngidam karena lihat aku ngaduk bubur di TV, sampai yg penasaran dari luar-luar kota ingin merasakan buka paka bubur ini. Alhamdulillah berkahnya banyak,” ujar Ali.

Untuk menyicipinya, Anda mampu tiba segera ke Masjid Jami Pekojan yg beralamat di Jalan Petolongan nomor 1, Kampung Pekojan, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, lokasinya di sekitar kawasan Pecinan Semarang.

Bagi Anda yg ingin ngabuburit, datanglah dari siang hari. Karena Anda dapat menunggu maghrib sambil berwisata sejarah di salah sesuatu masjid tertua yg menjadi bangunan cagar budaya Semarang ini.

Masyarakat sekitar pun tidak canggung menjadi pemandu untuk turis yg ingin mempelajari salah sesuatu bukti sejarah penyebaran agama Islam di Semarang ini.

Sumber: http://travel.kompas.com
Lezatnya Bubur India Ini Hanya Ada di Masjid Pekojan Semarang.di Sapujagat JagatWisata