Kumpulan Foto Tersangka Vaksin Palsu di Bekasi Punya Rumah Mewah dan Mobil Pajero

117

Vaksin Palsu – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menangkap 10 anggota sindikat penyebaran vaksin palsu balita. Bareskrim Polri berhasil menyita ratusan vaksin palsu jenis hepatitis B, pediacel, campak kering, polio, dan anti-snake.

Dari sembilan pelaku, terdapat pasutri atau pasangan suami istri, yakni Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina.

Sejoli ini diduga sebagai produsen dan otak sindikat pembuatan vaksin palsu. Keduanya ditangkap di kediaman mewahnya, Perumahan Kemang Regency, Jalan Kumala 2, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Baca Juga

Ini 10 Fakta Yang Harus Kamu Tahu Dari Pembuat Vaksin Palsu Balita

Penting! Inilah Tanda Balita Yang Terkena Vaksin Palsu

Di media sosial beredar foto-foto selfie pasangan suami istri itu. Beredar juga foto Rita berpose di depan mobil Pajero Sport warna putih.

Komandan Regu Satpam Perumahan Kemang Regency, Eko Supryanto membenarkan foto-foto tersebut merupakan sosok Hidayat dan Rita. Keduanya dikenal warga sebagai pasangan yang santun dan religius.

“Iya benar itu foto mereka. Orangnya baik banget, rajin ibadah,” ucap Eko saat dihubungi Liputan6.com di Bekasi, Kamis (23/6/2016).

 

Eko mengatakan, Rita dan Hidayat memang telah lama tinggal di kompleks elite tersebut. Hidayat pernah bekerja sebagai tenaga medis di pabrik otomotif kawasan MM2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi. Sedangkan istrinya, Rita, adalah mantan bidan rumah sakit ternama di Bekasi.

“Kalau suaminya mengaku pernah kerja sebagai mantan pengawas. Terus disuruh berhenti dari kerjaannya sama istrinya. Katanya sih untuk buka bisnis saja. Kalau istrinya sempat jadi bidan. Kalau enggak salah dua tahun yang lalu,” kata dia.

Senada dengan Kristanto, tetangga yang tinggal tak jauh dari rumah itu mengaku mengenal pasangan Hidayat-Rita sebagai orang yang baik.

“Suaminya ramah banget, ke mana-mana suka tegur sapa. Ia rajin pergi ibadah. Kalau istrinya, saya enggak terlalu kenal. Soalnya dia kan ibu rumah tangga, jadi jarang kelihatan,” ucap dia.

Kristanto pun terkejut mendengar kabar penangkapan itu. Namun, dia menyerahkan kasus pemalsuan vaksin ini kepada pihak berwajib.

Sindikat pemalsuan vaksin bayi ini memproduksi vaksin tetanus, BCG, campak, dan polio. Vaksin tersebut dijual bebas ke sejumlah rumah sakit dan klinik yang ada di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Sementara itu, Deklator Indonesia Mendidik Alpha Amirrachman mengecam adanya praktik ilegal yang membahayakan masa depan generasi bangsa ini.

“Indonesia Mendidik mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan membawa pelaku ke meja hijau untuk diberikan hukuman seberat-beratnya,” kata Alpha Amirrachman, Senin (27/6).

“Hukuman maksimal 15 tahun harus diberlakukan untuk mereka (pembuat vaksin palsu),” Alpha menegaskan.

Bukan tanpa alasan, praktik ilegal tersebut menurut Alpha sama halnya dengan merusak bangsa.

“Anak-anak Indonesia tidak akan bisa berkembang menjadi manusia cerdas, luwes, terampil dan bijaksana jika tanpa tumbuh sehat,” demikian Alpha.

Agen Poker
Loading...