Ketika Tubuh Terus Menerus Tidur, Ini Yang Akan Terjadi

115

Ketika merasa malas untuk melakukan berbagai aktifitas, biasanya seseorang cenderung membaringkan tubuhnya dan tertidur untuk waktu yang lama dari biasanya. Selain itu, ketika tidak cukup istirahat di lain waktu dan anda kesempatan untuk beristirahat secara penuh di hari berikutnya, biasanya seseorang akan terus menerus tidur seharian untuk menggantikan waktu istirahat yang tidak cukup di lain hari.

Ketika tubuh terus menerus tidur, ini yang akan terjadi

Diam seharian di tempat tidur memang terlihat mengasyikan, terlebih tidak ada pekerjaan deadline yang harus diselesaikan. Namun faktanya, ketika tubuh seseorang terus menerus tidur seharian hal ini justru akan menyebabkan masalah lain bagi dirinya. Hal ini seperti yang dilansir dari situs liputan6 yang dilansirnya dari Huffingtonpost pada Selasa 23 Agustus 2016.

Dalam situs tersebut menyebutkan bahwa tubuh yang didiamkan atau tertidur terus menerus selama seharian, akan menimbulkan masalah kesehatan dalam dirinya. Hal ini diakibatkan karena tubuh didiamkan terlalu lama di tempat tidur. Situs tersebut juga mencontohkan kasus mengenai tubuh yang terus menerus ditidurkan.

Dalam sebuah kasus, ketika NASA membayar salah seorang untuk tiduran selama 70 hari dengan bayaran US$18.000. Melalui orang tersebut, pihak NASA meneliti kejadian apa yang akan terjadi terhadap tubuhnya dalam posisi tidur tersebut selama 70 hari. Posisi tiduran memang terlihat seperti pekerjaan yang menyenangkan, namun kita coba lihat hasilnya pada penelitian tersebut.

Dalam penelitian yang dilakukan, orang yang diteliti dan dibayar untuk melakukan hal tersebut bernama Andre Iwanicki berdiri setelah melakukan posisi tiduran selama 70 hari. Hal yang terjadi adalah detak jantungnya melonjak sampai 150 detik/menit, selain itu ia juga berusaha sekuat tenaga untuk berdiri tegak dan tidak pingsan.

Andrew menyebutkan bahwa dirinya tidak terkejut dengan kondisi tersebut, hal ini karena selama 70 hari ia dalam posisi miring sehingga kehilangan 20% dari total volume tubuhnya. Dari penelitian ini, ternyata berbaring memiliki efek samping yang berbahaya untuk jaringan kulit. Tidak sedikit orang yang berbaring di tempat tidur dan mengalami kehilangan dari massa otot, kekuatan, dan juga massa tulang.

Selain itu, keterbatasan ruang gerak di tempat tidur juga akan menyebabkan peningkatan stress dan juga kecemasan pada pelakunya.