Kain Indonesia Dalam Rancangan Masa Kini

122

Indonesia memang Negara dengan keanekaragaman budayanya, salah satunya ditampilkan dalam bentuk lain yang tidak kalah memukaunya yakni kain. Meski budaya tradisional seringkali terlupakan dalam budaya baru yang lebih modern seperti fashion, namun ada banyak cara untuk menampilkan budaya tradisional dalam bentuk kain modern.

Kain Indonesia Dalam Rancangan Masa Kini

Indonesia adalah bangsa yang besar, untuk masalah fashion sendiri kita memiliki ahlinya. Ada banyak upaya yang dilakukan oleh para perancang busana untuk memasukan kain tradisional ke dalam bentuk yang lebih modern. Hal ini terlihat dalam sebuah Festival Fashion Kain Nusantara pada bagian FIMELAFest, yang menghadirkan beragam karya dari banyak desainer berbakat dengan menggunakan kain tradisional khas Indonesia.

Diantara para desainer berbakat tersebut bernama Mel Ahyar, Stella Rissa, Nina Nikico, Barlie Asrmara, dan juga Didiet Maulana. Para desainer tersebut merasa senang dapat memanfaatkan kain khas Indonesia yang unik dan juga indah dalam desain karya mereka. Tentu saja hasil karya desain yang ditampilkan sangat mempesona dan memukau, yang tidak kalah pentingnya adalah karya tersebut terdapat ciri khas bangsa Indonesia.

Didiet sendiri mengatakan bahwa kain tradisional telah menjadi ruh untuk karyanya, pada dasarnya memang Didiet telah terbiasa menggunakan kain tenun ikat untuk koleksinya dalam IKAT Indonesia. Untuk koleksinya sendiri di Festival Fashion Kain Indonesia, ia menggunakan kain lurik dan tenun. Inspirasinya diambil dari tanah Toraja, kemudian ia mengemas 300 look untuk koleksinya ke dalam tema Fragmen.

Bagi Barli Asmara sendiri, ia sebelumnya belum pernah menggunakan kain tradisional Indonesia untuk rancangannya. Oleh karenanya, festival yang satu ini menjadikannya lebih tertantang lagi. Ia sendiri mengaku mengeksplorasi hal yang baru menggunakan kain tradisional khas Indonesia ini.

Barli melakukan kolaborasi dengan Nitieq Batik, ia menciptakan sebuah koleksi kain batik yang berasal dari pengarajin di Yogyakarta. Ketika bekerjasama dengan pembatik kain, Barli mendapatkan pelajaran baru soal kain dan juga terkagum akan kemampuan membatik dalam membuat motif.

Desainer lainnya selain 2 desainer di atas juga tidakl kalah apik dalam menciptakan karyanya, seperti Jenahara dengan tenun ikat yang berasal dari Dewandaru, Stella Rissa dengan kain tenun bulu Garut, dan masih banyak lagi desain dari kain tradisional yang menarik dan menjadi perhatian. Dengan adanya acara ini, tentunya diharapkan keberadaan kain khas Indonesia tetap terlestarikan dan tidak dipandang sebelah mata.