3 Objek Wisata Di Padang Kini Resmi Diajukan Ke UNESCO

88

Padang merupakan salah satu wilayah yang ada di Indonesia dengan sejuta tempat wisata menarik dan indah, banyak wisatawan yang datang ke tempat ini agar dapat menyaksikan berbagai tempat menarik dan juga mengagumkan termasuk wisatawan mancanegara.

3 Objek Wisata Di Padang Kini Resmi Diajukan Ke UNESCO

Sebagai langkah usaha untuk meningkatkan kunjungan dari wisatawan mancanegara di Sumatera Barat, pihak pariwisata Padang kini secara resmi mengajukan 3 objek wisata ke pihak UNESCO. Menurut M. Ramlan Nurmatias selaku walikota Bukittinggi, pihaknya telah mengusulkan 3 objek wisata ke JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia) dalam sebuah pertemuan Organisasi Kota Pusaka Dunia atau OWHC (Organization of World Heritage Cities).

Pertemuan tersebut yang berlangsung di Bali pada tanggal 7 sampai 10 Agustus 2016 waktu yang lalu, dalam kesempatan tersebut pihaknya mengajukan Jam Gadang, Lobang Jepang, dan Benteng Fort de Kock sebagai warisan pusaka dunia. Alasannya, ketiga objek wisata yang dipilih merupakan objek wisata yang memiliki nilai sejarah yang cukup besar.

Menurutnya, setiap objek wisaya memiliki sejarahnya masing-masing dan juga sangat bernilai. Oleh karenanya, peninggalan sejarah ini harus dipertahankan. Ketiga objek wisata yang diajukan memang memiliki daya tarik tersendiri, baik dilihat dari segi sejarahnya ataupun dari segi keindahan bangunannya sendiri.

Jam Gadang merupakan objek wisata di Padang yang dibangun tahun 1925, bangunan ini adalah hadiah yang diberikan Wihelmina (Ratu Belanda) kepada Rook Maker selaku sekretaris kota Bukittinggi kala itu. Sedangkan untuk Fort de Kock sendiri merupakan basis pertahanan Belanda pada masa perang Paderi di tahun 1821 sampai dengan tahun 1837.

Terakhir ialah Lobang Jepang yang merupakan sebuah terowongan bawah tanah, ketika tahun 1941 sampai tahun 1945 terowongan bawah tanah ini menjadi sebuah tempat untuk perlindungan tentara Jepang saat Perang Asia Timur Raya.

Ketiga objek wisata tersebut menurut walikota Bukittinggi sendiri diajukan karena dilihat memiliki nilai sejarah yang kuat, oleh karenanya dalam pertemuan OWHC yang diselenggarakan di Bali diusulkan ketiga tempat tersebut sebagai warisan pusaka dunia. Pertemuan tersebut juga membahas berbagai isu strategis perihal budaya, sejarah, pameran lukisan dan juga budaya.

Agen Poker
loading...