Pria Tertua 146 Tahun Mbah Gotho dari Sragen Di Liput Media Luar

162

Pria Tertua – Indonesia memiliki pria tertua yang berumur 146 tahun. Sodimejo atau lebih sering dipanggil dengan nama Mbah Gotho disebut-sebut sebagai manusia tertua. Berdasarkan rekam data administrasi kependudukan KTP, Mbah Gotho lahir pada 31 Desember 1870.

Meski usia sudah menapaki 146 tahun, namun daya ingat Mbah Gotho masih cukup kuat. Ia sesekali menjelaskan terkait teka teki tahun kelahirannya yang disangkutpautkan dengan sejarah berdirinya pabrik gula Gondang di Sragen. Berdasarkan runutan sejarah, pabrik gula tersebut berdiri sekitar tahun 1880.

“Saat pabrik gula Gondang dibangun, saya sudah besar dan bisa melihat proses pembangunan pabrik itu,” kata Mbah Gotho sambil mengingat-ingat sejarah berdirinya pabrik tersebut.

Lantas, berdasarkan keterangan administrasi kependudukan yang tercatat di KTP serta KK, tahun kelahiran Mbah Gotho adalah tanggal 31 Desember tahun 1870.

Menurut salah satu cucu Mbah Gotho, Suryanto, data otentik terkait surat keterangan lahir maupun lainnya tidak bisa ditelusuri karena data tersebut sudah lapuk atau rusak saat disimpan di Kelurahan.

“Saat pindahan kantor Kelurahan, berkas-berkas katanya banyak yang lapuk. Ketika kami meminta data soal bukti kelahiran maupun bukti lainnya soal Mbah Gotho juga tidak bisa dicari,” kata Suryanto saat ditemui VIVA.co.id di kediamannya di Segeran, RT 18 RW 08, Cemeng, Sragen, Jawa Tengah, Minggu, 28 Agustus 2016.

Mbah Gotho, kata dia, selama hidup pernah memiliki empat istri. Namun semua istrinya sudah meninggal dunia. Sedangkan putra putrinya kini tinggal seorang yang masih hidup.

“Dari hasil pernikahan itu telah menurunkan anak, cucu, cicit hingga canggah. Kalau jumlah cicitnya saya lupa karena kan ada beberapa keluarga dari istri Mbah Gotho yang lama yang enggak begitu dekat,” kata dia lagi.

Saat ini Mbah Gotho tinggal bersama sang cucu. Suryanto mengatakan setiap harinya dia memandikan dan memberi makan orang yang berpotensi menjadi orang tertua di dunia tersebut.

“Kan dari dulu ikut ibu saya. Nah, ibu saya meninggal terus yang ganti merawat Mbah Gotho saya sampai sekarang,” ujar dia.

Kondisi Mbah Gotho, dijelaskan Suryanto, sudah berbeda dengan kondisi pada dua tahun lalu. Meski belum pikun namun pendengaran dan penglihatan Mbah Gotho sudah lemah.

“Kalau ngobrol dengan Mbah Gotho harus teriak keras. Sedangkan untuk fisik, dulu itu simbah sering nyabutin rumput dan mencangkul di depan tapi kini sudah tidak. Hanya duduk-duduk dan tiduran sambil mendengarkan radio,” kata dia.

Ditemui VIVA.co.id, Mbah Gotho mengatakan harapannya. Dia mengaku sudah bosan hidup.

“Saya itu inginnya hanya satu, mati. Teman-teman seumuran saya sudah mati semua. Apa saya itu keliwatan (terlewat) lupa enggak diambil nyawanya ya,” kata Mbah Gotho pasrah.

Menurut sang cucu, Suryanto, keinginan untuk meninggal dunia itu telah terlihat sejak tahun 1992 silam. Mbah Gotho bahkan telah menyiapkan beraneka ragam ubo rampe atau keperluan untuk kematiannya seperti batu nisan, cungkup, tanah makam, terbelo yaitu kayu penutup liang lahat.

“Saya sudah disuruh nyiapkan beli perlengkapan itu sejak tahun 1992. Itu batu nisannya juga sudah ada namanya Sodimedjo. Sedangkan tanggal dan tahun di batu nisan itu masih dikosongkan,” kata Suryanto sambil menunjukkan batu nisan berwarna putih yang terletak di depan pintu kamar Mbah Gotho.

Dengan usia tersebut, Mbah Gotho bakal bisa dinobatkan sebagai manusia tertua di dunia. Mba Gotho akan menggeser posisi warga Prancis yang sebelumnya menjadi manusia paling uzur di muka bumi.

Mbah Gotho Diliput Media Luar

Laman Internasional Bussiness Times (IBTimes) menulis, 145-year-old Mbah Gotho from Indonesia says he can’t wait to die. Menurut media itu, jika benar Mbah Gotho berusia 146 tahun pada Desember mendatang, ia 23 tahun jauh lebih tua dari pemegang rekor manusia tertua Jeanne Calment dari Prancis, yang lahir pada saat Gotho berusia 5 tahun dan meninggal tahun 1977 di usia 122 tahun.

Masih menurut IBTimes, Gotho berusia 30 tahun saat Ratu Victoria meninggal, 45 tahun ketika Perang Somme berlangsung dan 74 tahun tatkala Perang Dunia II berakhir.

Adapun laman Independent menulis dalam judulnya, ‘World’s oldest human being discovered in Indonesia at the age of 145′.

Independent juga menulis tentang keinginan Mbah Gotho meninggal dengan menyiapkan persiapan kematiannya dari tahun 1993, termasuk nisan dan kuburnya.

Sementara itu, The Telegraph juga memberi judul ‘Longest living human’ says he is ready for death at 145′. Portal berita Daily Mail senada mengatakan:  Man who claims he is the world’s oldest at age 145 says he is ready to die – and he has had his gravestone ready since 1992!

Demikian pula dengan media Inggris, Mirror yang memberi tajuk pada artikelnya ‘Newly discovered ‘world’s oldest man’ is 145-years-old but says he’s ready to die’.

Menurut IBTimes dan Mirror, klaim tentang manusia tertua atas nama Mbah Gotho perlu diverivikasi pihak independen. Kalau tidak, namanya tidak bisa masuk ke buku rekor dunia.

Agen Poker