Mitos Mengetahui Jenis Kelamin dari Masa Kehamilan

50

Mengetahui jenis kelamin pada janin bisa menjadi salah satu hal yang begitu dinantikan. Selain dengan melakukan USG, biasanya masyarakat Indonesia juga mempercayai bisa melihat jenis kelamin dari janin hanya dengan melihat dari berbagai hal yang ada pada ibu ataupun janin. Beberapa hal tersebut tentu saja ada yang berupa mitos yang tidak benar dan ada pula memang fakta.

mitos-mengetahui-jenis-kelamin-dari-masa-kehamilan

Berikut Mitos Mengetahui Jenis Kelamin Janin

Detak Jantung
Satu mitos yang juga banyak beredar dan dipercaya oleh masyarakat adalah melihat jenis kelamin janin dari jumlah detak jantung pada ibu. Banyak yang mengatakan jika seorang ibu dengan jumlah detak jantung lebih dari 140 denyut per menit hal ini ditandai bahwa janin yang dikandung adalah laki-laki dan sebaliknya jika denyut per menit kurang dari batas itu maka janin yang dikandung adalah perempuan.

Meskipun memang pada saat masa kehamilan denyut nadi pada ibu akan berbeda bahkan untuk janin laki-laki dan perempuan, namun tentu saja hal ini menjadi cara ukur yang kurang akurat. Mitos ini bisa terbantahkan karena detak jantung juga akan berbeda pada setiap orang yang berbeda pula.

Bentuk Perut Ibu Hamil
Banyak masyarakat percaya jika hanya dengan melihat bentuk dari ibu yang sedang hamil juga bisa menentukan apakah janin yang dikandung adalah laki-laki ataukah perempuan. Ibu yang mengandung janin perempuan dipercaya akan memiliki bentuk yang bulat dan lonjong, sedangkan untuk ibu yang mengandung anak laki-laki akan memiliki bentuk perut dengan tampilan perut yang lebih melebar.

Beberapa hal tersebut tentu saja hanyalah mitos yang belum tentu bisa dijadikan tolak ukur dalam menentukan apakah janin yang dikandung tersebut laki-laki atau perempuan. Hal ini disebabkan karena pada ibu yang mengandung yang mengalami perubahan bentuk perut bukan karena jenis janin melainkan dari otot, bentuk tubuh dan juga berat pada ibu.

Mengidam Makanan Manis Atau Asam
Mengidam biasanya juga dikaitkan dengan jenis kelamin dari janin yang dikandungnya. Jenis makanan yang ibu hamil ingin biasanya menjadi ukuran apakah ia mengandung anak perempuan ataukah laki-laki. Tentu saja hal ini juga tidak benar, sebab keinginan untuk mengkonsumsi suatu makanan hanyalah berhubungan dengan perubahan hormon yang terjadi saat hamil.