Tahun Baru Hijriah, Begini Bacaan Doa Akhir Tahun Hijriah Beserta Artinya - Infotainment News Online Terkini

JagatLifestyle

Tahun Baru Hijriah, Begini Bacaan Doa Akhir Tahun Hijriah Beserta Artinya

on

Tahun Baru Hijriah – Bulan Muharam adalah bulan pertama dalam tahun Islam (Hijrah). Sebelum Rasulullah berhijrah dari Makkah ke Yathrib, kiraan bulan dibuat mengikut tahun Masihi. Hijrah Rasulullah memberi kesan besar kepada Islam sama ada dari sudut dakwah Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.

Sebelumnya Perlu Sahabat Mengetahui sejarah penetapan awal dan akhir tahun hijriyah. Para ahli sejarah menegaskan bahwa penetapan kalender hijriyah sebagai kalender resmi dalam islam, baru ada di zaman Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu. Dan itu ditetapkan untuk menandai surat-menyurat yang dilakukan di antara kaum muslimin.

Jadi artinya  kalender hijriyah, belum pernah dikenal di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar as-Shiddiq. Sehingga, di zaman beliau, belum dikenal istilah akhir tahun atau tahun baru.

Setalah memahami keadaan di atas, kita bisa menyimpulkan dengan sangat yakin bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan doa akhir tahun atau awal tahun. Bagaimana mungkin beliau mengajarkan doa akhir dan awal tahun, sementara di zaman beliau, semacam ini belum dikenal.
 
Dan para ulama menegaskan, bahwa tidak ada doa akhir tahun maupun awal tahun, yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
maupun para sahabat. Doa akhir tahun yang banyak tersebar di
masyarakat, sama sekali tidak ada dasarnya. Murni hasil karya manusia.
Karena itulah, para ulama mengingkari doa semacam ini, apalagi ketika
dia diklaim sebagai doa ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dr. Bakr Abu Zaid (w. 1429 H) mengatakan,

لا يثبت في الشرع شيء من دعاء أو ذكر لآخر العام، وقد أحدث الناس فيه من الدعاء، ورتبوا ما لم يأذن به الشرع، فهو بدعة لا أصل لها.
Bab tentang Doa Akhir Tahun
Tidak terdapat dalil dalam syariat yang menyebutkan tentang doa atau
dzikir akhir tahun. Masyarakat membuat-buat kegiatan doa, mereka susun
kalimat-kalimat doa, yang sama sekali tidak diizinkan dalam syariat. Doa
semacam ini murni bukan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
tidak ada dasarnya.
(Tashih ad-Dua, hlm. 108).
Sumber : http://www.konsultasisyariah.com

Doa Akhir Tahun

دعاء اخير تهون
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ مَا
عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ
مِنْهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى
عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَا ئَتِى عَلَى
مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا
مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْأَلُكَ
اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ
تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلَى
اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa
Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa
‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa
lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa
uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika
fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa
wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa
dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai
minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil
ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam
Dengan menyebut asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.
Ya
Alloh ! Apa yang saya lakukan pada tahun ini tentang sesuatu yang
Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertaubat, padahal Engkau
tidak meridloi (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau bersikap
lembut kepadaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku
untuk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada MU, maka
sungguh aku mohon ampun kepada MU, ampunilah aku !

Dan apapun yang
telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau ridloi dan Engkau janjikan
pahala kepadaku, maka aku mohon kepada MU ya Alloh, Dzat Yang Maha
Pemurah, Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahanku dan
janganlah Engkau putus harapanku dari MU, wahai Dzat Yang Maha Pemurah!

Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.

Doa Awal Tahun

دعاء اولتهون
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
 
وَصَلَّى
اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ
الْعَظِيْمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ
اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ
اَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ
بِالسُّوْءِ وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى
يَاذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
 
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa
Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma
antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi
wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina
nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi
wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala
bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa
arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil
ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam
Dengan menyebut asma Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga
Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan
kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta
keluarga dan sahabat Beliau.
Ya Alloh ! Engkau Dzat Yang Kekal, yang
tanpa Permulaan, Yang Awal (Pertama) dan atas kemurahan MU yang agung
dan kedermawanan MU yang selalu berlebih, ini adalah tahun baru telah
tiba : kami mohon kepada MU pada tahun ini agar terhindar (terjaga) dari
godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan
(kami mohon) pertolongan dari godaan nafsu yang selalu memerintahkan
(mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan
dengan segala yang mendekatkan diriku kepada MU dengan sedekat-dekatnya.
Wahai Dzat Yang Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yang Maha Belas
Kasih!

Doa akhir tahun yang “katanya” dibaca antara setelah shalat Ashar sampai sebelum Maghrib di hari terakhir di bulan Dzulhijjah. Lalu doa awal tahun “katanya” dibaca bada Magrib di awal tahunsebanyak 3x.

Para ulama yang berpegang teguh kepada Quran dan Sunnah Rasul sejauh ini tidak atau belum menemukan rujukan yang sahih atas pernyataan “katanya” tersebut. Belum/tidak menemukan “perintah khusus” tersebut dalam nash
Quran ataupun hadits dan fatwa para ulama.


Belum/tidak ada juga sumber terpercaya yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw dan para shahabat dan para tabi’in pernah mengamalkan doa tersebut.


Jadi, amalan doa akhir dan awal tahun sebenarnya tidak ada tuntunannya, tidak pernah dilakukan oleh Nabi Saw, para sahabat, tabi’in, dan ulama-ulama besar. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab para imam hadits.


Kesimpulannya, teks doa awal dan akhir tahun itu tidak jelas sumbernya dan bukan berdasarkan hadits Nabi SAW. Bisa jadi doa awal dan akhir tahun itu hanya merupakan gubahan atau karangan yang sejauh ini juga belum diketahui siapa penyusunnya. Karenanya, umat Islam wajib mengabaikan hadits tersebut, dan silakan berdoa seperti biasa saja,
tidak ada doa khusus seperti itu. Wallahu a’lam. 

Baca Juga

Inilah Video Doa Sidang Paripurna MPR Yang Viral Minta Ganti Pemimpin ?

Yuk Mengenal 3 Waktu Utama Dikabulkannya Doa Saat Ramadhan

Doa Dan Renungan Menyambut Tahun Baru Islam I MUHARAM 1437 H

Recommended for you