Samsung Note 7 Ditarik Untuk Selamanya

46

Samsung Note 7 – Pergantian perangkat baru agaknya tidak merubah keadaan untuk Samsung Note 7. Pasalnya Smarthphone tersebut kembali terbakar alam sebuah pesawat pada Rabu, 5 Oktober 2016, di Amerika Serikat. Pemiliknya, Brian Green, menegaskan, ia telah mengganti ponselnya setelah Samsung mengingatkan masalah baterai pada model Galaxy Note7 dan ada kemungkinan terbakar atau meledak.

Sebagaimana laporan dari BBC, insiden itu terjadi setelah Brian memasukkan ponselnya ke dalam kantong celana ketika menaiki pesawat Southwest Airways dari Louisville, Kentucky menuju Baltimore, Maryland. Brian kemudian mendengar ledakan kecil dan asap keluar dari sakunya. “Saya mengeluarkan perangkat tersebut dan melempar ke lantai karena khawatir meledak di tangan saya,” ujar Brian.

Brian mengatakan perangkatnya dalam keadaan mati saat disimpan di kantongnya. Dia menambahkan, ada ikon persegi hitam pada kemasan perangkat, simbol yang Samsung tambahkan untuk membedakan perangkat lama dan yang baru. Tanda itu dimaksudkan sebagai sertifikat dari model pengganti. Penerbangan tersebut, yang masih belum berangkat ketika kejadian, terpaksa dibatalkan, dan penumpang lain dipindahkan.

Sementara itu, Samsung “tidak mendukung” pernyataan Brian bahwa teleponnya dikonversi ke keluaran baru. “Selagi kami tidak mendapatkan perangkat yang dipertanyakan, kami tidak dapat memberi kepastian itu melibatkan model baru Note7,” kata Samsung dalam sebuah pernyataan. Samsung kini menggandeng pemerintah dan perusahaan penerbangan Southwest untuk mendapatkan perangkat tersebut.

Samsung Hentikan Produksi Galaxy Note 7

Samsung telah secara permanen menghentikan produksi Galaxy Note 7. Perusahaan mengatakan hal itu kepada Engadget dalam sebuah pernyataan singkat.

Penjualan ponsel andalan itu dihentikan kemarin karena penggantian untuk ponsel yang ditarik ternyata juga bermasalah, yaitu masih terbakar dan meledak.

Tak lama setelah mulai melakukan pertukaran, model-model yang diperbarui mengalami beberapa kebakaran serius, seperti menyebabkan evakuasi dari penerbangan Southwest Airlines dan sebuah kebakaran yang mengirim pemilik asal Kentucky ke rumah sakit.

“Menjaga keselamatan pelanggan kami merupakan prioritas tertinggi, sehingga kami memutuskan untuk menghentikan penjualan dan produksi Galaxy Note 7,” menurut Associated Press, seperti dikutip Engadget, Selasa 11 Oktober 2016.

Kecerobohan penarikan terjadi sejak awal dengan mencoba untuk menangani situasi secara internal tanpa mencari bantuan dari Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) AS.

Akibatnya, akan sulit bagi konsumen untuk percaya bahwa perusahaan memperhatikan keselamatan pengguna. Terlebih, Samsung mengetahui bahwa nama Galaxy Note 7 telah dikaitkan dengan kebakaran, ledakan, dan penarikan.

Jika Anda masih menggunakan Galaxy Note 7, Anda harus segera mematikannya dan tidak menggunakannya. Meskipun Samsung belum mengeluarkan pernyataan, tidak diragukan lagi perusahaan akan berencana untuk menarik semua perangkat, baik sendiri atau melalui operator.

Jumlah pasti ponsel itu di pasar tidak diketahui, tapi Samsung telah menjual sekitar 2,5 juta ketika penarikan pertama dikeluarkan.

Setelah berbagai ulasan yang sangat kuat untuk Note 7, Samsung diharapkan akan menjual hampir 20 juta perangkat. Saham perusahaan pun turun 8 persen hari ini yang memotong nilai perusahaan US$ 17 miliar.

Tutup Kerugian, Samsung Naikkan Produksi Galaxy S7

Samsung Electronics meningkatkan produksi Galaxy S7 dan beberapa model telepon pintar dengan spesifikasi lebih rendah. Upaya ini dilakukan untuk menutup kerugian akibat penangguhan penjualan Galaxy Note 7.

“Samsung berencana lebih fokus pada Galaxy S7 dengan meningkatkan produksi Galaxy S7,” kata seorang sumber industri yang tak ingin disebut namanya yang dikutip dalam siaran berita Korea Herald, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi ditujukan mengantisipasi penurunan laba perusahaan selama sisa tahun ini menyusul penangguhan penjualan Note 7.

Samsung Note 7, yang dirilis tahun 2011, berubah menjadi salah satu bencana terbesar dalam sejarah produsen telepon pintar itu dan Galaxy S7 menjadi pilihan terakhir Samsung untuk memulihkan diri dari krisis yang sedang berlangsung.

Samsung menyatakan telah memberitahu pemasok Galaxy S7 mengenai rencana peningkatan produksinya.

“Kami (perusahaan mitra) akan fokus pada penyediaan bagian-bagian untuk Galaxy S7 dan model-model lain seperti Galaxy A8,” kata seorang pejabat dari salah satu pemasok Samsung.

Ia mengatakan, perusahaan mitra juga akan berusaha fokus pada proyek Samsung Galaxy S8, telepon pintar unggulan yang dijadwalkan meluncur Februari atau Maret tahun depan.

Samsung sendiri belum membuat keputusan resmi mengenai peluncuran Galaxy S8 yang telah menjadi bahan perbincangan dalam beberapa hari terakhir.

“Samsung tidak menyampaikan pemberitahuan apapun mengenai rencana untuk memajukan tanggal pelunduran,” kata sumber lain dari pembuat modul elektronik yang memasok produk ke Samsung.

“Penjadwalan ulang hanya mungkin jika Samsung menghentikan produksi Note 7 dan tidak menjalankan kebijakan lain untuk menyelamatkannya,” kata dia.

Para pemasok perusahaan teknologi raksasa itu, yang sebagian tercatat di bursa, berusaha keras meminimalkan dampak negatif penangguhan penjualan Note 7, yang menyebabkan penurunan harga saham mereka pada 11 OKtober.

Seorang pejabat dari pemasok lensa kamera Samsung mengatakan “dampak penangguhan penjualan akan relatif rendah dibandingkan pemasok lain karena kami sudah meragamkan pembeli.”

“Namun penurunan marjin keuntungan di kuartal keempat akibat penangguhan penjualan tak bisa dihindari,” katanya.

Baca Juga

Ulasan: Samsung Galaxy S7, dan S7 Edge Dengan dual-SIM, dan Kamera 12 MP

Harga Galaxy S7 dan S7 Edge Update Terlengkap

Samsung Galaxy S7 Spesifikasi