Kisah Yana Zein Dari Tidak Menyangkap Idap Kanker Hingga Merasa Bersalah Anaknya Putus Sekolah

218

Yana Zein – Kehidupan bintang yang kerap mendapatkan peran antagonis ini berubah drastis setelah terserang penyaki kanker payudara. Wanita ini tidak menyangka ia mengidap penyakit tersebut, padahal ia sudah hidup sehat.

“Saya bertanya kepada love pink (organisasi donasi kanker), apa sih yang bisa menyebabkan kanker? Mereka bilang kanker itu tidak ada yang tahu apa penyebabnya. Tidak hanya ritme hidup aja. Mungkin orang yang hidup sehat pun mungkin bisa terkena kanker. Mereka bilang ‘Yana kita ini survive, kita sembuh berkat semangat berkat dukungan’,” ujar Yana saat ditemui di salah satu rumah sakit kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017) malam.

Penyakit kanker memang tidak bisa diprediksi kapan datang dan kapan timbul. Sambil sesekali menahan isak tangis, Yana menceritakan bagaimana hidup sehat yang dijalaninya masih belum bisa menghadang penyakit kanker payudara yang diidapnya.

“Kita harus lakukan ya selalu tapi kanker itu kita tidak bisa prediksi. Kanker itu ada di badan kita, mungkin pada saat tubuh kita lemah, kanker itu menyerang kita. Tapi kan kita sama sekali tidak tahu, tidak bisa memperediksi,” tambahnya.

Pemain sinetron ini sudah menjalani sebanyak lima kemoterapi. Kondisi seperti ini memakan biaya yang cukup besar baginya. Beruntung beberapa rekannya dan organisasi-organisasi penggalang dana khusus penyakit kanker membantunya.

Merasa Bersalah Kedua Anaknya Putus Sekolah

Terbaring di rumah sakit siloam , Jakarta Selatan, Yana Zein mengungkapkan merasa bersalah karna kedua anaknya putus sekolah.

“Saya merasa bersalah, karena saya tulang punggung keluarga. Sebagai seorang manusia biasa, saya merasa kenapa semenderita ini? Kenapa saya nggak bisa biayai kehidupan anak-anak dan mama saya,” ucap Yana Zein, di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).

Masih terbersit jelas di benak Yana, saat kedua anaknya, Aurelia Callista Carilla dan Alika Pandora Salvine, mengumpulkan koran dan buku bekas demi pengobatannya. Kala itu, Yana bimbang menggunakan uang yang ada untuk berobat atau kebutuhan sehari-hari.

“Mereka lihat koran dan buku bekas. Mereka bilang ke mama saya, mungkin bisa dijual, dan mami bisa ke dokter.
Saya punya uang, cuma bingung buat makan atau berobat. Akhirnya mereka (anak) bilang, mami gorengin 1 telur dan sisanya untuk ke dokter.

Yana berterimakasih kepada teman-teman yang telah mengulurkan tangan untuk kesembuhannya. Dia berharap, bisa terus membiayai kedua anaknya dan melanjutkan sekolah.

“Anak tinggal sama saya dan mama saya. Semoga saya bisa membiayai anak saya ke depannya. Sekarang anak saya putus sekolah,” tukas Yana Zein.

Baca Juga

Makanan Penghindar Kanker Payudara